Media Brasil Bedah Tersingkirnya Timnas Brasil dari Piala Dunia

Senin, 06 Juli 2026 | 22:43:15 WIB
Neymar (tengah) dari Brasil tampak kecewa setelah kalah dalam pertandingan babak 16 besar antara Brasil melawan Norwegia dalam Piala Dunia FIFA 2026 di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, pada 5 Juli 2026. (Xinhua/Hu Xingyu)

RIO DE JANEIRO, 6 Juli (Xinhua) -- Tumbangnya Brasil di tangan Norwegia dalam babak 16 besar Piala Dunia pada Minggu (5/7) mendorong evaluasi besar-besaran dari berbagai media di negara tersebut.

   O Globo menyebutnya sebagai "akhir dari mimpi meraih hexa", merujuk pada penantian panjang Brasil untuk meraih gelar juara Piala Dunia keenamnya.

   Surat kabar itu menyebut debut Piala Dunia Carlo Ancelotti sebagai pelatih tim nasional (timnas) Brasil kandas bahkan sebelum mereka menghadapi "momok" perempat final, merujuk pada tren buruk tim Samba yang dalam beberapa edisi terakhir selalu kesulitan untuk lolos dari babak delapan besar.

   O Globo mengatakan Brasil belum pernah tersingkir di babak 16 besar sejak Argentina yang dimotori oleh Diego Maradona mengubur harapan mereka pada edisi 1990.

   O Globo juga menunjukkan fakta mencolok dari New Jersey, yaitu Brasil hanya mencatatkan 32 persen penguasaan bola, angka terendah mereka dalam sebuah laga Piala Dunia sejak pencatatan dimulai pada 1966.

   Folha de S.Paulo membuka ulasannya dengan nada kekecewaan dan keterpurukan serupa.

   "Brasil tersingkir, dan mimpi itu pun sirna," tulis surat kabar tersebut.

   Surat kabar tersebut menuliskan bahwa timnas Norwegia "mendayung, berjaya, dan meninggalkan Selecao (julukan lain timnas Brasil) terdampar di pantai" menyusul dua gol Erling Haaland di babak kedua pertandingan tersebut.

   Folha meratapi hari yang "sangat memilukan" bagi Neymar, seraya mengatakan bahwa pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Brasil itu telah melakoni laga Piala Dunia terakhir dalam kariernya pada usia 34 tahun.

   Media tersebut mengatakan Ancelotti kini memiliki waktu empat tahun untuk membangun tim "tanpa improvisasi", seraya berargumen bahwa sang pelatih tidak diberikan cukup waktu untuk menerapkan ide-idenya secara penuh setelah ditunjuk pada Mei tahun lalu.

   UOL memberikan penilaian yang jauh lebih tajam, membandingkan kekalahan itu dengan rekor mentereng Ancelotti dalam pentas sepak bola klub Eropa.

   "Kegagalan bersama Selecao merupakan yang terbesar dalam karier Ancelotti, sang raja di level klub," kata media tersebut. 

   Dalam tulisan terpisah di UOL, kolumnis Mauro Cezar Pereira menyalahkan pendekatan taktis pelatih asal Italia tersebut.

   "Sebuah eliminasi yang ditentukan oleh pilihan-pilihan sang pelatih. Mulai dari sudut pandang strategis hingga keputusan untuk kembali bermain tanpa menguasai bola," tulisnya.

   Pereira juga mengatakan bahwa Brasil disingkirkan oleh tim-tim Eropa dalam enam edisi Piala Dunia berturut-turut sejak 2006.

   Gazeta Esportiva menyoroti kegagalan eksekusi penalti Bruno Guimaraes di babak pertama.

   Outlet media itu menyatakan gelandang Newcastle United tersebut merupakan pemain Brasil pertama yang gagal mengonversi penalti dalam waktu normal di ajang Piala Dunia sejak Zico melakukannya saat melawan Prancis pada 1986.  Selesai

Terkini