Berburu Jersey Argentina hingga Begadang Nonton Bola, Begini Euforia Piala Dunia 2026 di Kota Bengkulu

Kamis, 02 Juli 2026 | 07:18:00 WIB
Salah satu toko penjual Jersey di Kota Bengkulu.

IKOBENGKULU — Demam Piala Dunia 2026 yang saat ini tengah bergulir benar-benar menjalar hingga ke Kota Bengkulu. Antusiasme masyarakat tidak hanya terlihat dari menjamurnya perburuan jersey (seragam) tim nasional, tetapi juga dari tingginya loyalitas para penggemar sepak bola yang rela begadang demi menyaksikan tim kesayangan berlaga. Fenomena ini tidak hanya menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga menghidupkan atmosfer turnamen di setiap sudut kota.

Dampak positif dari tingginya animo suporter ini dirasakan langsung oleh Ika (24), pengusaha muda pemilik toko perlengkapan olahraga GD Sport ID di kawasan KM 6,5, Kota Bengkulu. Saat diwawancarai di tokonya pada Rabu (1/7/2026) pukul 14.36 WIB, Ika mengungkapkan bahwa toko GD Sport ID mengalami kenaikan penjualan yang sangat signifikan dari pembeli berbagai kalangan umur.

Dari sekian banyak negara kontestan, kostum Tim Nasional Argentina menjadi komoditas yang paling diincar konsumen hingga tokonya berulang kali kehabisan stok. Untuk mengantisipasi hal itu, Ika bahkan sengaja menyetok bahan khusus untuk jersey Argentina sebanyak 5 lusin dengan modal pengambilan berkala sebesar Rp200.000.

"Harganya kami jual berbeda-beda, paling murah Rp140.000. Yang paling mahal itu jersey Argentina seharga Rp185.000, karena memang peminatnya sangat banyak jadi harganya paling mahal," kata Ika, Rabu (2/7).

Tingginya minat terhadap Timnas Argentina seperti yang disebutkan Ika tercermin nyata pada Kevin (18). Remaja yang mengaku sudah mengikuti Piala Dunia sejak tahun 2015 ini merupakan penggemar berat tim berjuluk Albiceleste tersebut karena faktor sang bintang, Lionel Messi.

Berbeda dengan Kevin, rekannya yang juga berusia 18 tahun, Diki, justru menjagokan Tim Nasional Spanyol. Diki sendiri memiliki pengalaman menonton yang lebih panjang, di mana ia konsisten mengikuti gelaran Piala Dunia sejak tahun 2010 saat dirinya masih kecil.

Mengingat turnamen tahun ini bertepatan dengan masa libur sekolah, kedua remaja ini memanfaatkan momentum tersebut dengan maksimal untuk menonton pertandingan tanpa khawatir mengganggu aktivitas esok hari.

"Mumpung lagi libur sekolah, jadi kami manfaatkan momentum Piala Dunia ini buat nonton sampai malam dan begadang," ujar Kevin.

Meski sama-sama antusias, keduanya memiliki cara berbeda dalam menikmati pertandingan. Kevin memilih merasakan atmosfer keramaian dengan menonton laga Argentina di Kopi I'd Coffee yang berada di arah Sukarami. Sementara itu, Diki memilih mendukung tim matador Spanyol dengan nyaman dari rumah saja.

Perpaduan antara geliat bisnis jersey di GD Sport ID  KM 6,5 dan loyalitas suporter muda seperti Diki dan Kevin menjadi bukti nyata bagaimana euforia Piala Dunia 2026 di Kota Bengkulu.

Penulis: Shabrina Putri (magang UINFAS Bengkulu)

Tags

Terkini