BOSTON, Amerika Serikat, 30 Juni (Xinhua) -- Para pemain dan pelatih Paraguay menyebut keyakinan, persiapan, dan tekad sebagai kunci kemenangan setelah secara mengejutkan mengalahkan juara empat kali Jerman melalui adu penalti untuk melaju ke babak 16 besar Piala Dunia FIFA pada Senin (29/6).
Paraguay memastikan tiket ke babak 16 besar dengan kemenangan 4-3 dalam adu penalti setelah bermain imbang 1-1, menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam turnamen dan mengakhiri rekor tak terkalahkan Jerman dalam adu penalti di Piala Dunia.
Setelah kemenangan pertama Paraguay dalam pertandingan fase gugur Piala Dunia, kepala pelatih Gustavo Alfaro memuji penampilan skuadnya.
"Saya memiliki 26 prajurit sebelum pertandingan, dan mereka menjadi legenda setelah (pertandingan)," kata Alfaro. "Mungkin kami akan tersingkir di babak selanjutnya, mungkin juga tidak. Kita lihat saja nanti. Namun, pertandingan ini benar-benar epik."
Pelatih asal Argentina itu memuji daya juang para pemainnya sembari membandingkan latar belakang mereka dengan skuad Jerman yang bertabur bintang.
"Lawan kami dibina di akademi-akademi (sepak bola) terbaik di Eropa. Kami berasal dari tanah merah," katanya.
"Kami belajar bermain sepak bola tanpa alas kaki, sementara para orang tua berkorban agar anak-anak mereka dapat mengejar mimpi. Dari situlah kami berasal."
Kiper Orlando Gill, yang menggagalkan dua sepakan lawan dalam adu penalti dan dinobatkan sebagai peraih trofi Pemain Terbaik dalam Pertandingan (Player of the Match), mengatakan bahwa aksi heroiknya merupakan hasil dari persiapan matang.
"Saya menganalisis setiap pemain, setiap aspek, setiap detail. Saya berhasil menggagalkan dua tendangan penalti, dan itu terbukti menentukan bagi kualifikasi kami," tutur pemain berusia 26 tahun itu.
Gill mengakui bahwa Jerman memberikan tekanan tanpa henti kepada Paraguay sepanjang pertandingan.
"Rasanya seperti film horor. Para pemain Jerman terus bermunculan di mana-mana," imbuhnya.
Pencetak gol Paraguay, Julio Enciso, mengatakan bahwa timnya tidak pernah membiarkan reputasi Jerman mengintimidasi mereka.
"Kami menghormati mereka karena mereka memiliki pemain-pemain yang sangat bagus, tetapi kami tidak takut kepada siapa pun," ujarnya.
Paraguay akan menghadapi pemenang laga babak 32 besar antara Prancis dan Swedia yang digelar pada Selasa (30/6) untuk memperebutkan tiket ke perempat final.
Menjelang pertandingan berikutnya, Enciso menegaskan bahwa timnya akan tetap setia pada gaya permainan mereka.
"Mereka memiliki pemain-pemain kelas dunia. Tidak perlu menyebutkan nama mereka karena mereka semua adalah bintang," katanya. "Namun, kami juga memiliki kekuatan kami sendiri, dan dengan gaya permainan kami, kami akan berusaha menyulitkan siapa pun yang menjadi lawan kami." Selesai