Sembilan Tahun Bersama IUD, Pilihan Tepat Menjaga Kesehatan dan Masa Depan Keluarga

Jumat, 26 Juni 2026 | 07:12:00 WIB
Konseling KB : Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid turun langsung menggelar konseling prorgam KB di tengah peninjauan pelayanan KB

Bengkulu,kobengkulu.com,-Ada rasa lega dan tenang yang terpancar dari wajah Antika (33) warga Kecamatan Air Dikit, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu saat menceritakan pengalamannya menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) atau Intra Uterine Device (IUD). Selama sembilan tahun terakhir, perempuan yang telah dikaruniai tiga orang anak itu memilih IUD sebagai metode kontrasepsi untuk merencanakan kehidupan keluarganya.

 

Keputusan tersebut berawal dari keinginannya untuk memberikan perhatian terbaik kepada buah hati. Setelah melahirkan anak ketiga, Tika, sapaan akrabnya, ia dan suami sepakat untuk mengatur jarak kehamilan dan lebih fokus membangun kualitas keluarga.

 

"Kami ingin memastikan anak-anak tumbuh dengan baik, mendapatkan pendidikan yang layak dan perhatian yang cukup dari orang tua. Karena itu, saya memilih IUD setelah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan ".

 

Saat pertama kali mendengar tentang IUD, Antika mengaku sempat diliputi keraguan. Berbagai informasi yang beredar di masyarakat membuatnya ingin mencari kepastian langsung dari petugas kesehatan tentang KB khususnya IUD. Pada Rabu pagi, 24-Juni-2026 tak disangka dia mendapat pencerahan langsung dari pakar konselor KB, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berecana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid di Puskesmas Desa Baru V Kota, Kecamatan Air Dikit, Kabupaten Mukomuko.

 

Dijelaskan Antika, dia seperti biasa sebagai tenaga administrasi di salah satu Faskes, pagi itu dia datang tempat kerjanya yang tengah pelayanan KB dan kesehatan dasar. " Saya tak menyia-nyiakan waktu tak sabar untuk mendapat pencerahan mengurai keraguan tentang kontrasepsi yang digunakan sejak sembilan tahun lalu, apakah baik untuk kesehatan saya jika tetap menggunakan untuk waktu yang lama.

 

"Saya menggunakan IUD selama sembilan tahun, saya ingin mengganti jenis kontrasepsi lain karena khawatir berdampak terhadap kesehatan ku, setelah mendapat konseling dari tokoh yang tepat maka saya tetap putuskan pilihan kontrsepsi dalam rahim yaitu IUD. "Setelah memperoleh penjelasan yang benar mengenai manfaat, keamanan, dan efektivitas IUD. Teruskan dengan pilihan ibu yang tepat yaitu IUD karena alat kontrasepsi dalam rahim itu tidak mengandung hormon, maka baik untuk idealnya kesehatan ibu,ujar Kepala BKKBN Bengkulu," kenang Tika menirukan.

 

Waktu membuktikan keputusannya tidak keliru. Selama sembilan tahun menggunakan IUD, saya merasa nyaman menjalani aktivitas sehari-hari tanpa harus khawatir dengan kehamilan yang tidak direncanakan. dan lebih fokus mengurus keluarga sekaligus menjaga kesehatannya. Dengan pengetahuan langsung dari orang yang tepat kami putuskan kembali gunakan IUD," ujar Antika.

 

Ditanya mengapa dia memilih IUD. Bagi Tika, penggunaan IUD bukan sekadar soal menunda kehamilan. Lebih dari itu, IUD telah membantunya merencanakan masa depan keluarga dengan lebih baik. "Dengan jarak kelahiran yang terencana, saya punya waktu untuk memulihkan kesehatan setelah melahirkan dan bisa lebih maksimal mendampingi tumbuh kembang anak-anak," ujarnya.

 

Hal senada juga disampaikan Yosi (27) warga Desa Bukit Mulya, Kecamatan Penarik, Mukomuko Bengkulu. Wanita dengan anak satu orang ini memilih beralih kontrasepsi IUD karena pertimbangan kesehatan. Sebab, sebelumnya Yosi sejak dua tahun lalu telah menggunakan KB suntik.

 

" KB suntik saya merasa kurang cocok, berat badan saya terus menurun dan badan kering. Melalui komunikasi bersama suami, kami melilih untuk mengganti jenis kontrasepsi IUD," ujar Yosi diselah konseling KB oleh Kepala BKKBN di Penarik,Rabu,(24/6/2026).

 

Perjalanan Antika dan Yosi menjadi salah satu gambaran keberhasilan program Keluarga Berencana yang tidak hanya berorientasi pada pengendalian kelahiran, tetapi juga peningkatan kualitas hidup keluarga. Melalui perencanaan yang matang, setiap keluarga memiliki kesempatan lebih besar untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

 

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid, mengatakan bahwa IUD merupakan salah satu Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang aman, efektif, dan direkomendasikan bagi pasangan usia subur yang ingin mengatur jarak maupun jumlah kelahiran.

 

"IUD memiliki tingkat efektivitas yang sangat tinggi dalam mencegah kehamilan. Selain itu, metode ini membantu ibu menjaga kesehatan reproduksi karena memberikan waktu yang cukup bagi tubuh untuk pulih sebelum kehamilan berikutnya," jelasnya.

 

Menurutnya, penggunaan kontrasepsi yang tepat menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga yang berketahanan. Keluarga yang mampu merencanakan kehidupan reproduksinya akan lebih siap dalam memenuhi kebutuhan kesehatan, pendidikan, dan pengasuhan anak.

 

Dikatakan dr. Zamhir bahwa keputusan bijak dan tepat, keduanya melihat dari sudut pandang kesehatan reproduksi ibu dan kesehatan anak. " Setelah sembilan tahun bersama IUD, Antika merasa telah mengambil keputusan yang tepat. Bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk masa depan keluarganya.

 

Di balik kisah sederhana itu tersimpan pesan penting bahwa perencanaan keluarga bukan tentang membatasi harapan, melainkan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Dan bagi Rina, sembilan tahun bersama IUD telah menjadi bukti bahwa pilihan yang tepat hari ini dapat menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik di kemudian hari.(***)

Tags

Terkini