Bengkulu,ikobengkulu.com,– Masa setelah melahirkan merupakan periode penting bagi seorang ibu untuk memulihkan kondisi tubuh, termasuk kesehatan organ reproduksi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengikuti program Keluarga Berencana (KB) Pasca Salin yang tidak hanya berfungsi mengatur jarak kehamilan, tetapi juga membantu memberikan waktu yang cukup bagi rahim untuk pulih secara optimal.
Selain itu, juga memberikan waktu kepada ibu agar lebih fokus pada pemberian asupan air susu ibu (ASI) eksklusif (minimal 6 bulan), dan menjaga jarak kehamilan minimal dua tahun agar tumbuh kembang bayi tetap optimal, disebutkan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr.H. Zamhir Setiawan, M.Epid., kepada pewarta usai penguatan strategi KB pasca Salin di Bengkulu belum lama ini.
KB Pasca Salin adalah pelayanan kontrasepsi yang diberikan kepada ibu setelah melahirkan hingga 42 hari pasca persalinan. Melalui penggunaan alat kontrasepsi yang tepat, ibu dapat menunda kehamilan berikutnya sehingga tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan kondisi fisik, memperbaiki cadangan nutrisi, serta mengembalikan fungsi reproduksi secara normal.
Dalam upaya meningkatkan kesehatan reproduksi ibu, pemerintah membuka ruang pelayanan publik dengan menggelar bulan bakti KB. "Kita pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tahun ini bersama mitra kerja teknis yaitu bidan menggelar pelayanan bulan bakti KB. Dengan sasaran 8.121 peserta KB baru untuk berbagai jenis dan metode kontrasepsi. Terhadap program KB pasca salin Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu mentargetkan layanan sebanyak 4.158 akseptor. Sementara target secara nasional pemerintah menetapkan sasaran KB PP pada bakti KB harganas tahun ini sebanyak 408,221," ujar Zamhir.
Dia menyebutkan bahwa kehamilan yang terjadi terlalu dekat setelah persalinan berisiko meningkatkan berbagai komplikasi kesehatan, baik bagi ibu maupun bayi. Karena itu, pengaturan jarak kelahiran menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan keluarga sehat dan berkualitas. Risiko 4 Terlalu (Terlalu muda, Terlalu tua, Terlalu dekat, dan Terlalu banyak) pada risiko kehamilan perlu digaungkan kembali di tengah masyarakat kita agar dapat meminimalisir risikonya.
"Hamil terlalu muda di bawah usia 20 tahun, hamil terlalu tua di atas usia 35 tahun, hamil terlalu dekat jarak antara kehamilan kurang dari dua tahun dan risiko hamil terlalu sering melahirkan yang banyak riwayat melahirkan lebih dari tiga atau empat orang anak".
Menurut Zamhir, pemanfaatan KB Pasca Salin juga berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting. Jarak kehamilan yang cukup memungkinkan ibu memberikan ASI eksklusif, perhatian, dan pemenuhan gizi yang lebih baik kepada anak. Dan bahkan memiliki peluang yang maksimal dalam memberikan asupan gizi seimbang. Sehingga dengan praktik pengasuhan yang baik dapat menekan angka stuntig di Bengkulu yang masih 18,8 persen (SSGI-2024).
Ia menambahkan banyak metode kontrasepsi menjadi pilihan pasca melahirkan, seperti IUD pasca persalinan, implan, suntik, Pil khusus ibu menyusui, maupun metode kontrasepsi mantap sesuai indikasi dan kebutuhan pasangan. Pemilihan metode dilakukan melalui konsultasi dengan tenaga kesehatan agar sesuai dengan kondisi kesehatan ibu.(***)