Bengkulu,ikobengkulu.com,-Momen Hari Raya Idul Adha 1447 H/ 2026 masehi, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu tahun ini kembali salurkan daging qurban. Pembagian daging kurban ini bukan sekadar ibadah keagamaan, tetapi juga intervensi strategis gizi yang secara langsung mendukung program prioritas Asta Cita pemerintah.
" BKKBN Bengkulu turut ambil bagian mengurai mata rantai stunting melalui penyaluran daging hewan kurban. Kita hari ini, Kamis, 28/5/2026 berkurban dengan memotong seekor hewan jenis sapi. Langkah ini untuk turut ambil bagian dalam mengatasi persoalan status gizi masyarakat dengan menyalurkan daging kurban kepada penerima manfaat.
Sebanyak 90 kantong daging kurban siap didistribusikan kepada keluarga sasar prioritas yaitu keluarga berisiko stunting di sekitar lingkungan kantor dan keluarga besar Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu. " Kita prioritaskan penerima manfaatnya keluarga rentan berisiko stunting. Selain itu keluarga yang patut menerima," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid kepada pewarta di Bengkulu, Kamis, (28/5/2026).
Ia mengatakan, dilaksanakannya kurban Idul Adha ini atas kerjasama BKKBN dengan salah satu bank di Bengkulu. " Bank BSI sejak beberapa tahun ini telah bekerjasama dengan BKKBN dalam kegaiatan keagamaan," ujar Zamhir.
Daging kurban didistribusikan secara terarah kepada keluarga yang masuk dalam kategori rentan dan berisiko tinggi mengalami stunting. Penyalurannya dioptimalkan sebagai salah satu strategi mendukung program pemerintah untuk memenuhi asupan protein hewani dan mempercepat penanganan angka stunting.
Momentum ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membantu penanganan stunting di Bengkulu. Daging kurban yang kaya protein hewani sangat penting untuk mendukung pemenuhan gizi anak, ibu hamil, dan keluarga berisiko stunting agar tumbuh lebih sehat dan berkualitas,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu.
“Melalui semangat gotong royong dan kepedulian sosial, kami berharap distribusi daging kurban tepat manfaat bagi keluarga yang membutuhkan serta memperkuat gerakan pencegahan lahir stunting baru di Provinsi Bengkulu. Penanganan stunting membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk melalui aksi nyata berbagi pangan bergizi kepada masyarakat".(***)