SELUMA, – Kepolisian Resor (Polres) Seluma memastikan seluruh rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Bengkulu Ke-XXXVII (37) Tahun 2026 berjalan aman, damai, dan kondusif hingga malam penutupan. Kehadiran personel kepolisian di setiap lini pergelaran menjadi kunci suksesnya agenda keagamaan terbesar di tingkat provinsi tersebut.
Kapolres Seluma, AKBP Bonar Ricardo P. Pakpahan, SIK., MIK., yang hadir langsung mewakili Kapolda Bengkulu pada malam penutupan di Masjid Agung Baitul Falihin, Kelurahan Pasar Tais, Minggu malam (17/5/2026), menyampaikan apresiasi mendalam atas tingginya antusiasme dan kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban.
"MTQ ini menjadi bukti kuatnya kecintaan masyarakat Bengkulu terhadap Al-Qur’an. Dari kacamata keamanan, kami mengapresiasi seluruh pihak. Polri selalu siap mendukung dan mengamankan setiap kegiatan keagamaan yang mempererat ukhuwah sekaligus menjaga kondusivitas wilayah," ujar AKBP Bonar Ricardo di sela-sela acara.
Sejak awal pelaksanaan, Polres Seluma bersama Polsek Seluma Timur telah menyiagakan personel berlapis di berbagai titik strategis. Pengamanan ketat ini dilakukan guna menjamin kenyamanan para kafilah dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu yang berkompetisi sejak pembukaan hingga penutupan yang berakhir pukul 22.30 WIB tersebut.
Seluma Juara Umum di Rumah Sendiri
Kondusivitas yang terjaga ini turut mengiringi kesuksesan kafilah tuan rumah. Berdasarkan Keputusan Dewan Hakim Nomor: 01/DH-PROV.BKL/MTQ.37/V/2026, Kabupaten Seluma resmi keluar sebagai juara umum dengan perolehan dominan 133 poin. Posisi berikutnya ditempati oleh Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Utara yang sama-sama mengantongi 60 poin.
Apresiasi terhadap seluruh elemen, termasuk aparat keamanan, disampaikan langsung oleh Bupati Seluma, Teddy Rahman. Ia menegaskan bahwa kesuksesan penyelenggaraan ini merupakan hasil kolaborasi kokoh antara Pemerintah Provinsi Bengkulu, LPTQ, kafilah, dan unsur Forkopimda.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Dr. H. Herwan Antoni, M.Si., yang menutup acara secara resmi mewakili Gubernur, mengingatkan para pemenang untuk tidak berpuas diri.
"Jadikan ini motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan membawa nama baik Provinsi Bengkulu di tingkat nasional," tutur Herwan.
Estafet Berlanjut ke Rejang Lebong
Penutupan yang berlangsung khidmat tersebut ditandai dengan penyerahan kembali bendera MTQ kepada LPTQ Provinsi Bengkulu.
Sesuai dengan SK Gubernur Bengkulu Nomor: D.16.B1 Tahun 2026, pelaksanaan MTQ Ke-XXXVIII (38) Tahun 2028 mendatang direncanakan akan berpindah tempat dan digelar di Kabupaten Rejang Lebong. Berkat pengamanan terukur dari kepolisian, seluruh kafilah dapat kembali ke daerah masing-masing dengan aman dan tertib.**