Wisata glamping kini hadir di Pantai Cemoro Sewu, Desa Kungkai Baru, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, Bengkulu. Mengusung konsep menginap nyaman di tepi pantai, destinasi wisata baru ini mulai menarik perhatian pengunjung karena menawarkan suasana alam yang estetik dan menenangkan.
Wisata Glamping tersebut lahir dari potensi Pantai Cemoro Sewu yang selama ini menjadi tujuan favorit wisatawan saat libur Lebaran dan Tahun Baru, meski kunjungan masih bersifat musiman. Setelah Desa Kungkai Baru meraih Juara 1 Lomba Desa Wisata kategori Kelembagaan Terbaik, Pokdarwis bersama pemerintah desa mulai mengembangkan wisata glamping sebagai inovasi baru di kawasan tersebut.
Al-fath, Pengelola wisata mengatakan selain menjadi tempat favorit, keberadaan Wisata Cemoro Sewu sejak lama telah membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. “UMKM bisa berjualan langsung di lokasi, dan industri kreatif lokal juga ikut tumbuh. Kami juga berkomitmen memenuhi kebutuhan pengunjung dengan memanfaatkan produk dan sumber daya masyarakat setempat,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (07/05/26).

Ilham, salah seorang pengunjung mengaku tertarik datang ke Glamping Pantai Cemoro Sewu karena menawarkan kombinasi antara kenyamanan penginapan dan suasana alami di tepi pantai. “Di sini sudah tersedia penginapan atau tenda, toilet, tempat istirahat, dan warung yang cukup memadai. Suasananya juga masih asri tanpa mengganggu ekosistem lingkungan,” ungkapnya.
Daya tarik utama Glamping Pantai Cemoro Sewu terletak pada perpaduan nuansa etnik Jawa-Bali dengan budaya lokal yang berkembang di masyarakat sekitar. Selain menyuguhkan panorama pantai yang bersih dan asri, pengunjung juga diajak ikut menanam bibit cemara pantai serta belajar teknik pembibitannya sebagai bagian dari upaya konservasi lingkungan di kawasan wisata tersebut.
Sebagai penutup, Al-fath berharap wisata glamping ini dapat terus berkembang dan menjadi destinasi unggulan di Kabupaten Seluma. “Rencana sederhana kami, pengunjung merasa nyaman selama berada di lokasi dan pulang dengan rasa rindu untuk kembali. Kami ingin Private Glamping ini bukan hanya menjadi wisata musiman, tetapi juga menjadi wadah kemandirian bagi pemuda dan masyarakat Desa Kungkai Baru,” tutupnya. (Silvia)