BENGKULU – Belum kering air mata di kediaman almarhumah Nenek Panem (80), ujian lain kembali menghampiri keluarga ini. Suparmi, anak kandung mendiang yang setia mendampingi sang ibu hingga akhir hayat, kini harus berjuang melawan infeksi serius di bagian leher yang memaksanya naik ke meja operasi.
Kondisi kesehatan Suparmi dilaporkan menurun drastis tepat setelah pemakaman Nenek Panem. Diduga akibat kelelahan fisik dan tekanan psikologis setelah berhari-hari berjaga di rumah sakit, tubuh Suparmi mulai menunjukkan gejala demam tinggi dan lemas yang berkelanjutan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, dokter menemukan infeksi akut berupa abses (penumpukan nanah) pada bagian leher. Tim medis memutuskan untuk melakukan tindakan operasi segera guna mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut.
"Tidak apa-apa, nanti juga akan sembuh," ujar Suparmi lirih saat mencoba menenangkan anggota keluarganya di tengah rasa sakit yang hebat sebelum memasuki ruang operasi.
Ketegaran Suparmi menjadi sorotan tersendiri bagi pihak keluarga. Meski kondisi fisiknya ambruk tak lama setelah kehilangan sosok ibu yang sangat dicintainya, ia tetap memilih untuk tidak banyak mengeluh guna menjaga mentalitas orang-orang di sekelilingnya.
Saat ini, Suparmi dilaporkan telah melewati masa kritis pascaoperasi dan sedang menjalani proses pemulihan intensif. Meski belum sepenuhnya pulih, ia sudah mulai menunjukkan tanda-tanda perkembangan positif dan kembali mencoba beraktivitas secara terbatas.
Peristiwa ini menjadi refleksi mendalam bagi keluarga besar mengenai arti ketabahan. Sosok Suparmi dinilai sebagai potret nyata resiliensi manusia yang mampu tetap berdiri tegak meski dihantam duka mendalam dan gangguan kesehatan dalam waktu yang hampir bersamaan. (Mela Setiawati