Gustini Kembali Pimpin STIA Bengkulu, Targetkan Transformasi Jadi Institut

Jumat, 08 Mei 2026 | 01:54:52 WIB

 

BENGKULUSekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bengkulu kembali mempercayakan kepemimpinan kampus kepada Gustini untuk periode 2026–2030. Pelantikan yang berlangsung pada Rabu (7/5/2026) tersebut menjadi awal periode kedua Gustini dalam memimpin pengembangan pendidikan tinggi di bidang administrasi publik dan administrasi bisnis di Provinsi Bengkulu.

Usai dilantik, Gustini langsung memaparkan sejumlah program strategis yang akan menjadi fokus utama dalam beberapa tahun ke depan. Salah satu target besar yang tengah dipersiapkan adalah transformasi status kelembagaan STIA Bengkulu menjadi institut.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing perguruan tinggi sekaligus memperluas pengembangan akademik dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus.

“Kami terus melakukan berbagai persiapan agar STIA Bengkulu dapat berkembang menjadi institut. Ini menjadi target besar yang ingin kami wujudkan pada periode kepemimpinan kali ini,” ujar Gustini.

Fokus Tingkatkan Mutu dan Akreditasi

Gustini menjelaskan, STIA Bengkulu saat ini telah memiliki modal kuat untuk berkembang. Beberapa program studi unggulan yang dimiliki kampus tersebut telah meraih akreditasi unggul, khususnya Program Studi Administrasi Publik dan Administrasi Bisnis.

Capaian itu dinilai menjadi bukti komitmen kampus dalam menjaga mutu pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja maupun sektor pemerintahan.

Selain penguatan kualitas akademik, STIA Bengkulu juga terus menyesuaikan sistem pembelajaran dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri modern.

Siapkan Pascasarjana Administrasi Bisnis

Tak hanya fokus pada perubahan status kampus, Gustini juga mengungkapkan rencana pembukaan Program Pascasarjana Administrasi Bisnis dalam waktu dekat.

Program tersebut nantinya akan melengkapi Program Magister Administrasi Publik yang lebih dahulu berjalan di STIA Bengkulu.

“Kami ingin memberikan pilihan pendidikan lanjutan yang lebih luas kepada masyarakat. Saat ini Program Magister Administrasi Publik sudah berjalan, dan kami menargetkan Program Pascasarjana Administrasi Bisnis segera dibuka,” katanya.

Ia menilai kebutuhan tenaga profesional di bidang administrasi dan bisnis terus meningkat seiring perkembangan dunia kerja dan transformasi birokrasi modern.

Perkuat Kerja Sama dan Digitalisasi Kampus

Saat ini STIA Bengkulu memiliki sejumlah program studi, mulai dari S1 Administrasi Publik, S1 Administrasi Bisnis, hingga S2 Administrasi Publik.

Seluruh program dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, kemampuan manajerial, serta jiwa kepemimpinan.

Di bawah kepemimpinan Gustini, kampus juga terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai lembaga pendidikan lainnya guna meningkatkan kualitas pembelajaran serta membuka peluang praktik lapangan bagi mahasiswa.

Selain itu, pengembangan fasilitas kampus dan digitalisasi sistem akademik turut menjadi prioritas pada periode kedua kepemimpinannya.

Peningkatan kualitas tenaga pengajar, pembaruan sarana pendidikan, hingga penguatan sistem pembelajaran berbasis teknologi dipersiapkan untuk menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era modern.

Gustini berharap seluruh civitas akademika dapat bersinergi mendukung visi besar pengembangan kampus agar STIA Bengkulu mampu menjadi salah satu perguruan tinggi unggulan di bidang administrasi dan bisnis di Sumatera.

Terkini