Bengkulu,ikobengkulu.com,-Pemerintah Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu tengah merancang langkah besar melalui gerak Koordinasi lintas sektor dengan menggelar audiensi bersama perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu. Pertemuan yang berlangsung Selasa, 14/4/2026 di kantor BKKBN itu sebagai upaya memperkuat Program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Seluma yang dipopulerkan dengan sebutan Bumi Serasan Seijoan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Sumiati, S.E., M.M bersama jajarannya itu menggelar audiensi dalam rangka membangun semangat kebersamaan untuk merancang sebuah ikhtiar nyata dalam percepatan program keluarga berkualitas di Bumi Serasan Seijoan," kata Sumiati, Selasa, (14/4/26).
Dia mengatakan koordinasi program bangga kencana ini melibatkan berbagai komponen strategis yang ada di lingkup lembaga yang dipimpimnya. Perlunya pelibatan itu mengingat pelaksanaan program Bangga Kencana memerlukan gerak secara konvergensi multi pihak. " Mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, penyuluh KB, hingga kader di tingkat desa perlu menyatukan gerak bersama dalam mendorong lajunya prorgam KB untuk peningkatan kualitas masyarakat didaerah ini," ujarnya.
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Weldi Suisno, S.Pd., M.E menyambut kunjungan kerja institusi penyelenggara program di daerah itu yang didampingi sejumlah ketua tim kerja di lingkup BKKBN Bengkulu.
Weldi menyebutkan bahwa, koordinasi menjadi fondasi utama keberhasilan program. Tanpa sinergi, berbagai intervensi yang dilakukan berisiko berjalan sendiri-sendiri dan kurang optimal. “Program KB hari ini bukan hanya soal pengendalian kelahiran, tetapi bagaimana kita memastikan keluarga Indonesia khususnya di Bengkulu hidup sehat, sejahtera, dan berkualitas. Untuk itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci,” ungkapnya.
Pada audiensi itu disebutkan jumlah keluarga berisiko stunting di Seluma mencapai 6.000 lebih." Berdasarkan hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PPK-2025) jumlah keluarga berisiko stunting (KRS) di Bumi Serasan Seijoan itu mencapai 6.355. Dari angka tersebut yang menjadi prioritas intervensi stunting tahun ini sebanyak 2.616 keluarga.
Dalam forum singkat tersebut tak hanya membahas satu isu. Berbagai isu kependudukan yang dinilai strategis dibahas, mulai dari peningkatan akses layanan kontrasepsi, penguatan edukasi kesehatan reproduksi, hingga integrasi program KB dengan upaya percepatan penurunan stunting dan program ketahanan keluarga.
Ketua tim kerja 5 Bidang Pengelolaan dan Pembinaan Tenaga Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Bengkulu Edi Sofyan, S.E.,M.M mengajak untuk terus berkoordinasi dalam banyak hal mulai dari pendayagunaan penyuluh KB di daerah.
" Peran penyuluh KB menjadi sorotan penting. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga agen perubahan yang mampu membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga. Di sisi lain, tenaga kesehatan didorong untuk memastikan pelayanan tetap berkualitas dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat".
Koordinasi ini juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis keluarga. Program KB diarahkan untuk memperkuat ketahanan keluarga, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, maupun pendidikan. Dengan demikian, dampaknya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.(***)