BPS -BKKBN Padukan Program Menuju Penguatan Satu Data Indonesia

Rabu, 04 Maret 2026 | 15:17:00 WIB
Rapat Koordinasi lintas sektor Dalam Rangka Pemanfaatan dan Pengembangan Portal PETIK BUAHATI untuk menindak lanjut penandatanganan perjanjian kerja sama,di kantor BPS Bengkulu, Rabu,(4/3/26)

Bengkulu,IkoBengkulu.Com-Belum genap setahun, Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan memperkuat kerja sama dalam penyediaan, pemanfaatan, dan pengembangan data dan informasi statistik di bidang kependudukan dan pembangunan keluarga. Penandatanganan MoU tersebut berlangsung pada 25 Juli 2025 dalam rangka Kick Off Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025 lalu.

 

Kali ini awal Maret-2026, dua lembaga pemerintah itu BPS Bengkulu bersama BKKBN setempat Koordinasi Pemanfaatan dan Pengembangan Portal PETIK BUAHATI untuk menindak lanjut penandatanganan perjanjian kerja sama. Kerjasama dalam penyediaan, pemanfaatan, dan pengembangan data dan informasi statistik pada program Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dan Portal Desa Cinta Statistik Bengkulu Merah Putih (PETIK BUAHATI) merupakan inovasi kolaboratif antara Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

 

Koordinasi lintas sektor yang berlangsung di kantor BPS Bengkulu itu Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu turunkan tim teknis ketahanan keluarga diantaranya tampak hadir Ketua Tim Kerja 2 (Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting) Agus Veriansyah Dalimunthe, S.Kom., M.Stat, Ketua Tim Kerja 3 (Pengendalian Kependudukan) Weldi Suisno, S.Pd., M.E. hadir besama Ketua Tim Kerja  6 (Pelaporan dan Statistik dan Pengelolaan TIK) Sahwani, S.Kom. Koordinasi yang berlangsung di Kantor BPS tersebut selain BKKBN turut hadir tim Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bengkulu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bengkulu, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu.

 

Portal ini dirancang sebagai bentuk implementasi nyata dari program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), yang bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam Satu Data Indonesia melalui penyediaan, pemanfaatan, dan pengembangan data statistik sektoral dan kewilayahan," kata Statistisi Ahli Madya BPS Bengkulu Herlinawaty  pada Koordinasi Pemanfaatan dan Pengembangan Portal PETIK BUAHATI dikantornya, Rabu, (4/3/2026).

 

Dia mengatakan, pembangunan suatu daerah akan lebih mudah jika tersedianya data yang dapat menjadi peta petunjuk. " Pembangunan suatu daerah akan lebih cepat jika dimulai dari tingkat desa. Di Bengkulu terdapat sebanyak 1.513 desa di bklu. Yang semuanya sebagai kampung KB, program kampung KB merupakan langkah pasti menuju desa membangun," ujar Herlina.  

 

Ia menambahkan untuk menyelaraskan sumber dataagar lebih efektif dimanfaatkan dalam kebijakan dan program pembangunan keluarga di Indonesia, termasuk di wilayah-wilayah yang memiliki Kampung KB. Pihaknya akan memberdayakan kader KB sebagai agen statistik. " Kader KB desa akan diikutkan/ libatkan sebagai agen statistik di desa cantik. Serta perlu peningkatan kompetansi apatur desa".

 

Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu melalui Ketua Tim Kerja 3 Weldi Suisno menyampaikan koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama BPS dan Kemendukbangga/BKKBN. Upaya memperkuat data kependudukan di tingkat desa yaitu "Rumah Dataku" yang ada di kampung keluarga berkualitas (KB).

 

Kampung KB, kata Weldi, sebuah program yang dirancang sebagai strategi dalam percepatan pembangunan dari pinggir. " Kampung KB membangun dari pinggir (Desa) dan BPS ada program penguatan pengelolaan data di desa melalui inovasi Petik Buah hati. Yang sarat konsepnya ada perpaduan pembangunan dari pinggir dengan melakukan penguatan pada pengelolaan suatu portal (ekspose data) dan SDM (pengelola data).

 

Konsep tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah Provinsi Bengkulu untuk mewujudkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, mudah diakses, serta memiliki metadata yang jelas. Ini bukan hanya kewajiban administratif, namun merupakan pondasi utama bagi perencanaan pembangunan yang efektif dan tepat sasaran.

 

Kampung KB BKKBN dan Desa Cantik BPS adalah dua program dari lembaga pemerintah yang berbeda namun memiliki komitmen yang sama berkolaborasi untuk memperkuat Rumah Data Kependudukan (RDK) di tingkat mikro. Kolaborasi ini bertujuan menyediakan data kependudukan yang akurat dan berkualitas sebagai dasar perencanaan pembangunan di desa/kelurahan," ujar Weldi.

 

“Rumah Data Kependudukan (RDK) bagian integral dari Kampung KB yang berfungsi sebagai pusat data dan intervensi permasalahan kependudukan di tingkat mikro. Kolaborasi antara Kampung KB dan Portal Petik Buah Hati. Porta Petik Buah Hati dipadukan pada RDK sebagai salah satu strategi memperkuat kampung KB, " kata Weldi. (***)

Terkini