KEPAHIANG – Pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok Kabupaten Kepahiang kembali mendapat tenaga tambahan melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahun 2026. Fokus utama kolaborasi antara Pemkab Kepahiang dan TNI tahun ini adalah pembukaan badan jalan dan pembangunan talud guna menunjang konektivitas antar-wilayah.
Program yang dibiayai melalui dana hibah APBD sebesar Rp500 juta ini diproyeksikan menjadi solusi percepatan pembangunan di area yang sulit dijangkau oleh proyek reguler.
Prioritas Akses Ekonomi Desa
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kepahiang, Sastra Karta Muda, S.Sos, menyatakan bahwa infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas utama. Menurutnya, akses jalan yang mantap adalah kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi petani di perdesaan.
"Bentuk dukungan Pemkab terhadap program TMMD difokuskan pada pembangunan jalan. Harapannya, konektivitas yang terbangun nanti dapat memperlancar distribusi hasil bumi dan menurunkan biaya logistik warga," ungkap Sastra, Rabu (18/2/2026).
Fokus Fisik: Jalan dan Talud
Secara teknis, Sastra menjelaskan bahwa pengerjaan fisik TMMD biasanya menyasar pada pembukaan badan jalan baru serta pembuatan talud atau teplot sebagai penguat struktur tanah.
"Sasaran utamanya adalah pembukaan badan jalan dan pembuatan talud. Ini merupakan kebutuhan mendasar untuk membuka akses wilayah yang selama ini terisolir atau sulit dilalui kendaraan," tambahnya.
Kekuatan Gotong Royong
Selain pembangunan fisik, esensi dari TMMD tahun ini tetap pada nilai kemanunggalan. Pengerjaan dilakukan secara bahu-membahu antara Satgas TNI, tim teknis pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat setempat.
Melalui semangat gotong royong ini, biaya pembangunan dapat ditekan namun kualitas infrastruktur tetap terjaga, sekaligus mempererat hubungan antara aparat negara dan rakyat dalam membangun daerah. (adv)