Unib Tembus 40 Besar Perguruan Tinggi Terbaik Nasional

Minggu, 18 Januari 2026 | 21:24:54 WIB
Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, SP, M.Si,

BENGKULU – Universitas Bengkulu (Unib) mencatatkan peningkatan performa signifikan dalam pemeringkatan perguruan tinggi global yang dirilis oleh Cybermetrics Lab melalui edisi Webometrics Januari 2026. Institusi pendidikan tinggi terbesar di Provinsi Bengkulu ini berhasil menduduki peringkat ke-37 nasional, sebuah lompatan posisi yang mempertegas daya saing digital dan kualitas riset di kancah nasional. Berdasarkan laporan terbaru tersebut, Unib kini berada di jajaran elit 37 besar dari total 3.695 perguruan tinggi di Indonesia.

 Pada skala global, Unib menempati posisi 1.517 dari 5.881 institusi yang dinilai. Capaian ini menjadi catatan impresif mengingat pada medio Juli 2025, Unib masih berada di peringkat ke-46 nasional. Dalam kurun waktu satu semester, Unib berhasil mengakselerasi posisinya dengan kenaikan sembilan peringkat. Transformasi Digital Capaian dalam Webometrics merefleksikan keberhasilan universitas dalam mengelola jejak digital dan aksesibilitas karya ilmiah. 

Webometrics

Berbeda dengan UI GreenMetric yang menitikberatkan pada aspek kelestarian lingkungan—di mana Unib menempati posisi ke-56 nasional pada Desember 2025 lalu—Webometrics mengukur tiga indikator utama: visibilitas (visibility), keterbukaan (openness), dan keunggulan ilmiah (excellence). Lembaga riset Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC) asal Spanyol, yang menaungi Webometrics, menilai sejauh mana sebuah perguruan tinggi mampu mendiseminasikan pengetahuan melalui kanal digital. 

Hal ini mencakup jumlah tautan eksternal, ketersediaan publikasi open access, hingga jumlah sitasi artikel ilmiah di pangkalan data bereputasi seperti Scimago dan Google Scholar.  Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, SP, M.Si, saat dikonfirmasi, mengapresiasi kerja keras seluruh sivitas akademika. 

Menurutnya, pemeringkatan ini bukan sekadar mengejar angka, melainkan cerminan dari peningkatan kualitas pengajaran dan riset yang dapat diakses oleh publik secara luas. 

"Selain menjadi instrumen evaluasi kinerja penelitian dan prestise internasional, hasil ini juga menjadi sarana promosi yang strategis. Calon mahasiswa masa kini cenderung menjadikan peringkat global sebagai referensi utama dalam memilih perguruan tinggi," tutur Indra. 

Kontribusi bagi Bangsa Lebih lanjut, Indra menekankan bahwa penguatan ekosistem digital dan riset di Unib merupakan bagian dari komitmen kampus untuk berkontribusi pada visi Indonesia Emas 2045. 

Ia mendorong para dosen dan peneliti untuk lebih progresif dalam mempublikasikan karya mereka secara daring guna memperluas dampak kemanfaatan ilmu pengetahuan. 

Akselerasi peringkat ini diharapkan mampu memicu semangat inovasi yang inklusif, sehingga Unib tidak hanya unggul di atas kertas, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pembangunan masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera dan Indonesia secara umum. ***

Tags

Terkini