Persiapan Libur Akhir Tahun, Wabup Abdul Hafizh Instruksikan Pembenahan Total Fasilitas Objek Wisata

Jumat, 14 November 2025 | 12:00:00 WIB
Wakil Bupati Kepahiang Ir. Abdul Hafizh, M.Si (FOTO: DOK)

KEPAHIANG– Menghadapi proyeksi lonjakan wisatawan pada libur akhir tahun mendatang, Wakil Bupati Kepahiang, Ir. Abdul Hafizh, M.Si, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah objek wisata unggulan, termasuk kawasan perkebunan teh Kabawetan, pada pertengahan November 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Wabup mengeluarkan pernyataan tegas terkait standar pelayanan dan kebersihan fasilitas publik yang dinilainya masih memerlukan pembenahan signifikan.

Wakil Bupati menekankan bahwa daya tarik alam yang indah di Kabupaten Kepahiang harus diimbangi dengan manajemen pengelolaan yang profesional agar wisatawan merasa nyaman dan bersedia datang kembali.

Soroti Kebersihan dan Kenyamanan Pengunjung
Dalam tinjauan lapangannya, Ir. Abdul Hafizh menemukan beberapa fasilitas vital seperti toilet umum, tempat pembuangan sampah, dan pondok peristirahatan yang kurang terawat. Hal ini menjadi perhatian serius beliau, mengingat pariwisata merupakan salah satu sektor andalan dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Pernyataan saya kepada seluruh pengelola objek wisata, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta: jangan hanya berfokus pada penarikan retribusi dan tiket masuk, sementara hak pengunjung untuk mendapatkan fasilitas yang bersih dan nyaman diabaikan. Saya sangat kecewa melihat kondisi toilet yang tidak terawat. Kebersihan adalah cerminan martabat daerah kita. Saya instruksikan Dinas Pariwisata untuk bekerja sama dengan Pokdarwis melakukan aksi bersih-bersih dan perbaikan fasilitas mulai pekan depan," tegas Wabup Abdul Hafizh, Jumat (14/11/2025).

Sinergi dengan Masyarakat Lokal

Selain masalah fisik, Wakil Bupati juga meminta adanya peningkatan keramah-tamahan (hospitality) dari para pelaku usaha di lokasi wisata. Beliau mendorong Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) untuk memberikan pelatihan singkat bagi masyarakat lokal mengenai standar pelayanan wisata guna menciptakan kesan positif bagi pelancong.

"Pariwisata itu menjual jasa dan kenangan. Jika fasilitasnya rusak dan lingkungannya kotor, orang akan kapok untuk datang lagi ke Kepahiang. Kita sedang bersaing dengan daerah lain. Saya ingin sebelum masuk bulan Desember, seluruh akses jalan menuju objek wisata telah dibersihkan dari semak belukar dan fasilitas pendukung lainnya sudah dalam kondisi prima. Kita harus siap memberikan kesan terbaik bagi wisatawan akhir tahun," tambahnya.

Melalui instruksi ini, pemerintah daerah berharap sektor pariwisata Kepahiang tidak hanya sekadar menjadi tempat singgah, tetapi menjadi destinasi yang berkualitas dan berkelanjutan bagi ekonomi masyarakat sekitarnya. (adv)

Halaman :

Tags

Terkini