Jaga Daya Beli Warga, Bupati Zurdi Nata Instruksikan TPID Perketat Pengawasan Stok Pangan

Rabu, 01 Oktober 2025 | 12:00:00 WIB
Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata (DOK)

KEPAHIANG – Memasuki pekan pertama bulan Oktober 2025, Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata, S.IP, mengeluarkan instruksi khusus yang ditujukan kepada jajaran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan Kabupaten Kepahiang. Langkah strategis ini diambil sebagai respons cepat pemerintah daerah dalam mengantisipasi fluktuasi harga bahan pokok yang cenderung mengalami dinamika di kuartal keempat tahun anggaran.

Bupati menegaskan bahwa stabilitas harga pangan merupakan fondasi utama dalam menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga di "Bumi Sehasen". Beliau menyoroti bahwa ketidakpastian cuaca yang mulai memasuki musim penghujan berpotensi menghambat jalur distribusi logistik, yang jika tidak diantisipasi, akan memicu kenaikan harga secara tidak wajar.

Tindak Tegas Spekulan Pangan

Dalam rapat koordinasi terbatas yang digelar di ruang kerja Bupati pada Senin (06/10/2025), Zurdi Nata memberikan pernyataan keras terkait oknum-oknum yang mencoba bermain dengan stok kebutuhan pokok. Beliau memerintahkan aparat terkait untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara berkala ke gudang-gudang distributor dan pasar tradisional seperti Pasar Pagi Kepahiang.

"Pernyataan saya tegas dan tidak ada tawar-menawar: stabilitas harga pangan adalah prioritas utama kita bulan ini. Saya instruksikan TPID bersama Satgas Pangan Polri untuk turun ke lapangan setiap hari. Pantau pergerakan harga beras, cabai, minyak goreng, dan telur. Jika ditemukan adanya indikasi spekulasi atau penimbunan barang yang sengaja dilakukan untuk melambungkan harga, segera lakukan tindakan hukum sesuai aturan yang berlaku. Rakyat tidak boleh dikorbankan demi keuntungan pribadi oknum tertentu," ujar Bupati Zurdi Nata dengan nada lugas.

Optimalisasi Produksi Lokal

Selain fokus pada pengawasan pasar, Bupati juga meminta Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan untuk memperkuat sinergi dengan para petani lokal. Menurutnya, Kabupaten Kepahiang memiliki potensi pertanian yang melimpah, sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah seharusnya bisa diminimalisir melalui manajemen stok yang baik.

"Kita harus memastikan hasil panen petani kita, terutama komoditas hortikultura, dapat diserap secara maksimal oleh pasar lokal terlebih dahulu sebelum dikirim ke luar daerah. Dengan rantai pasok yang pendek, harga di tingkat konsumen akan jauh lebih stabil dan kesejahteraan petani kita juga ikut terlindungi," tambahnya.

Melalui instruksi ini, Bupati berharap angka inflasi di Kabupaten Kepahiang tetap berada di bawah rata-rata provinsi, sekaligus memberikan rasa aman bagi para ibu rumah tangga dan pelaku UMKM yang sangat bergantung pada stabilitas harga bahan baku pangan.(adv)

Tags

Terkini