Strategi Urai Kemacetan, Bupati Zurdi Nata Resmikan Operasional Ring Road Tebat Monok

Selasa, 02 September 2025 | 00:57:00 WIB

KEPAHIANG– Pemerintah Kabupaten Kepahiang resmi mengoperasikan jalur lingkar (Ring Road) yang menghubungkan Kompleks Perkantoran menuju Desa Tebat Monok, Selasa (02/09/2025). Peresmian ini menandai babak baru dalam penataan transportasi logistik di wilayah "Bumi Sehasen".

Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata, S.IP, didampingi jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR),  meninjau proyek jalan  lebih 6 kilometer tersebut. Proyek ini merupakan hasil sinergi antara Pemkab Kepahiang dengan Pemerintah Pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.

Solusi Permanen Kemacetan Kota
Dalam sambutannya, Bupati Zurdi Nata menegaskan bahwa pembukaan Ring Road ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur biasa, melainkan langkah strategis untuk mengalihkan arus kendaraan berat dari jantung kota Kepahiang.

"Selama ini, truk bermuatan besar dan kendaraan logistik sering memicu kemacetan di persimpangan utama kota. Dengan beroperasinya jalur Tebat Monok ini, kita bisa membagi beban jalan. Pusat kota akan lebih tertata, aman bagi pejalan kaki, dan estetika kota tetap terjaga," ujar Bupati di lokasi peresmian.

Larangan Kendaraan Berat Masuk Kota

Bupati juga menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk segera memasang rambu-rambu petunjuk arah yang tegas. Mulai September ini, kendaraan dengan tonase tertentu wajib melintasi jalur lingkar dan dilarang masuk ke jalan protokol kota pada jam-jam sibuk.

"Kami ingin menjaga usia aspal di jalan-jalan dalam kota agar tidak cepat rusak akibat beban berlebih. Jalur Ring Road ini sudah didesain khusus untuk menahan beban kendaraan logistik," tambahnya.

Dampak Ekonomi Bagi Warga

Selain aspek transportasi, pembukaan jalur ini diharapkan mampu menghidupkan titik ekonomi baru. Sejumlah lahan di sepanjang jalur Tebat Monok diprediksi akan berkembang menjadi kawasan pergudangan atau sentra UMKM baru.

Kepala Dinas PUPR Kepahiang menyatakan bahwa pengerjaan jalur ini telah memenuhi standar kualitas nasional, lengkap dengan drainase yang mumpuni untuk mengantisipasi curah hujan tinggi di wilayah pegunungan. (adv)

Tags

Terkini