KEPAHIANG, IKOBENGKULU.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang merencanakan relokasi dan penataan ulang Tugu Pahlawan dari kawasan Pasar Kepahiang menuju lokasi baru di persimpangan Simpang Empat Kantor Bupati Kepahiang
Rencana pemindahan tugu tersebut bukan sekadar menggeser lokasi fisik, melainkan bagian dari langkah strategis penataan kawasan perkotaan dan perindahan ruang publik tanpa mengurangi nilai sejarah maupun makna filosofis monumen
Rencana penataan tersebut dipaparkan dalam rapat ekspose yang dipimpin langsung oleh Bupati Kepahiang H Zurdi Nata S.IP bersama Wakil Bupati Ir H Abdul Hafizh M.Si di Kantor Bupati Kepahiang, Jumat (30/10/2026)
Pertahankan Bentuk Segi Delapan dan Teks Bersejarah
Dalam rapat ekspose tersebut, Bupati Kepahiang Zurdi Nata menegaskan bahwa proses redesain dan penataan tugu dilakukan secara cermat agar aspek estetika baru tidak mengikis identitas historis yang ada
"Kita tetap menjaga nilai filosofis dari tugunya, seperti bentuknya yang segi delapan Kemudian kita akan tetap mempertahankan teks yang ada di tugu tersebut," ujar Bupati Zurdi Nata

Relokasi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah visual bagi kawasan pusat pemerintahan, sekaligus menghadirkan ruang publik yang lebih representatif bagi monumen penghormatan perjuangan pahlawan di Bumi Sehasen
Libatkan Tokoh Masyarakat, Veteran, dan Presidium Pemekaran
Guna memastikan seluruh tahapan perencanaan berjalan matang dan menghargai sejarah perjalanan daerah, Pemkab Kepahiang akan menjaring aspirasi dari berbagai elemen penting daerah
Bupati menjadwalkan pertemuan khusus dengan para tokoh masyarakat, tokoh veteran, serta jajaran Presidium Pemekaran Kabupaten Kepahiang untuk mendengarkan saran dan masukan terkait relokasi tersebut
"Tentu nanti akan kita jadwalkan mengundang tokoh masyarakat untuk meminta saran dan masukannya," kata Bupati
Melalui penataan kawasan Simpang Empat Kantor Bupati ini, Pemkab Kepahiang berkomitmen menciptakan wajah kota yang modern dan tertata rapi, sekaligus menjadikan monumen bersejarah sebagai sarana edukasi kebangsaan bagi generasi penerus. (Adv)