KB Steril Tekan Angka Putus Pakai dan Tingkatkan Kesehatan Reproduksi Ibu

Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:10:00 WIB
Kepala Dinas PPKB Bengkulu Utara Nova Hendriani (tengah) usai meninjau pelayanan KB MOP di Kota Bengkulu,Rabu,28/10/2026)

Bengkulu,Ikobengkulu.com,—Keluarga Berencana (KB) steril, yang populer dengan metode operasi pria (MOP) vasektomi dan metode operasi wanita (MOW) tubektomi menjadi salah satu pilihan kontrasepsi permanen bagi pasangan yang telah memutuskan untuk tidak memiliki anak lagi. Metode ini dapat mendukung perencanaan keluarga sekaligus mencegah kehamilan yang tidak direncanakan.

KB metode tersebut selain dapat menekan angka putus pakai kontrasepsi dan meningkatkan kesehatan reproduksi wanita, KB steril metode operasi pun dapat menekan angka unmet need alias kebutuhan KB PUS yang tidak terpenuhi.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bengkulu Utara, Nova Hendriani, SKM., M.M., kepada pewarta usai meninjau pelayanan KB MOP di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bengkulu,Rabu,(28/10/2026).

" Hari sumpah pemuda 2026, menjadi moment berharga telah dilayaninya pemasangan MOP yang menunjukkan metode steril kian diminati PUS di Bengkulu Utara, hal itu diketahui KB steril tahun ini sebanyak 117 akseptor telah dilayani. Hingga Oktober ini capaian KB MOW sebanyak 112 akseptor (SIGA) dan MOP sebanyak tiga peserta," ujar Nova.

Nova Hendriani menambahkan, dalam pemilihan metode kontrasepsi perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan, kebutuhan, dan keputusan pasangan. Edukasi serta konseling sebelum pelayanan menjadi bagian penting untuk memastikan calon akseptor memahami manfaat, risiko, dan sifat permanen metode tersebut, hal itu memerlukan keterampilan tenaga penyuluh dalam mengdukasi masyarakat," ujar Nova.

Upaya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai berbagai pilihan kontrasepsi diharapkan dapat mendukung keberlanjutan penggunaan KB dan menekan risiko putus pakai kontrasepsi. Dengan dukungan pelayanan yang berkualitas dan akses informasi yang memadai, PUS dapat menentukan metode KB sesuai kebutuhan serta mendukung kesehatan reproduksi dan kesejahteraan keluarga. Pada September-2026 jumlah PUS di Bengkulu sebanyak 51.144 pasangan.(***)

Tags

Terkini