Senator Destita Dorong Ketahanan Pangan Seluma, BI Serahkan Combine Harvester untuk Petani

Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:50:34 WIB

SELUMA – Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan Bengkulu, apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, petani, lembaga keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurut Destita, peningkatan produksi pertanian tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan petani. Dukungan sarana produksi, ketersediaan air irigasi, pemanfaatan teknologi pertanian modern, serta koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Hal tersebut disampaikan Destita saat menghadiri Panen Raya Padi PM AAS sekaligus serah terima bantuan mesin panen padi atau combine harvester dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu kepada Kelompok Tani Karya Mukti, di Desa Sari Mulyo, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Seluma Teddy Rahman, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat, serta sejumlah perwakilan instansi dan kelompok tani.
Senator Destita Apresiasi Panen Padi di Tengah Kemarau
Destita yang merupakan anggota Komite IV DPD RI mengapresiasi keberhasilan petani di Seluma dalam melaksanakan panen padi di tengah kondisi kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air untuk lahan pertanian.
Ia menilai keberhasilan panen tersebut menunjukkan pentingnya ketekunan petani dalam menjaga produktivitas lahan. Namun, upaya tersebut perlu didukung kebijakan dan fasilitas pertanian yang memadai agar hasil produksi dapat terus ditingkatkan.
“Hari ini kita melaksanakan panen padi. Alhamdulillah, panennya berhasil dan bisa menambah pasokan gabah daerah yang tentu dapat menjaga kebutuhan beras lokal,” ujar Destita.
Ia menegaskan, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga terkait, dan petani perlu diperkuat agar program pembangunan pertanian benar-benar memberikan manfaat hingga tingkat lapangan.
Destita juga mendorong optimalisasi program pemerintah pusat, termasuk pipanisasi dan pompanisasi, untuk membantu mengatasi keterbatasan air di kawasan persawahan.
Menurutnya, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan produksi pertanian. Dukungan sistem pengairan yang memadai diharapkan dapat membantu petani mempertahankan produktivitas, meningkatkan frekuensi tanam, serta memperbesar peluang panen dalam setahun.
Bantuan Combine Harvester Diharapkan Tekan Biaya Panen
Selain mengapresiasi hasil panen, Destita menyambut baik bantuan alat dan mesin pertanian dari Bank Indonesia Provinsi Bengkulu kepada kelompok tani di Kabupaten Seluma.
Bantuan combine harvester dinilai dapat mempercepat proses panen, mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja manual, serta membantu petani menekan biaya operasional.
Destita berharap mesin tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh kelompok tani penerima, tetapi juga dapat digunakan secara bersama melalui kerja sama dengan kelompok tani lain di sekitarnya.
“Ketahanan pangan merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Karena itu, bantuan seperti ini sangat bermanfaat bagi petani, terlebih ketika kita ingin meningkatkan produksi pertanian ke depan,” katanya.
Ia menambahkan, pengelolaan alat mesin pertanian secara kolektif dapat memperluas akses petani terhadap teknologi modern. Bahkan, jika dikelola dengan baik, pemanfaatan mesin tersebut berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi kelompok tani melalui layanan jasa panen.
Destita juga mengajak generasi muda untuk mulai melirik sektor pertanian sebagai bidang usaha yang memiliki peluang untuk terus berkembang.
“Harapannya, panen raya ini menjadi berkah bagi kita semua sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan pertanian. Saya juga mengajak generasi muda agar mau terlibat dalam sektor pertanian karena peluangnya masih sangat besar pada tahun-tahun mendatang,” ujarnya.
Sebagai wakil daerah di DPD RI, Destita menyatakan terbuka untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Seluma dan berbagai pihak dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat, khususnya terkait penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Pemkab Seluma Perkuat Koordinasi Program Pertanian
Sementara itu, Bupati Seluma Teddy Rahman mengatakan sinkronisasi program lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pembangunan pertanian di Kabupaten Seluma.
Menurut Teddy, kelompok tani memiliki peluang memperoleh dukungan dari kementerian maupun lembaga lain apabila didukung kelengkapan administrasi dan data yang memadai.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Seluma terus berupaya memperbaiki kualitas data serta administrasi kelompok tani agar akses terhadap berbagai program bantuan pertanian semakin terbuka.
Teddy juga menyoroti persoalan keterbatasan air yang masih dihadapi petani, terutama saat musim kemarau. Pemerintah daerah, katanya, perlu terus mencari solusi agar kendala pengairan tidak menghambat aktivitas pertanian dan produksi pangan.
BI Bengkulu Salurkan 3 Combine Harvester dan 1 Traktor
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat menjelaskan, dukungan alat dan mesin pertanian merupakan bagian dari upaya meningkatkan efisiensi produksi serta memperkuat kapasitas kelompok tani.
Pada tahun ini, BI Provinsi Bengkulu menyalurkan bantuan berupa tiga unit combine harvester dan satu unit traktor, disertai sejumlah bantuan pendukung lainnya.
Wahyu menjelaskan, penggunaan combine harvester dapat membantu mengatasi keterbatasan tenaga kerja, terutama ketika panen berlangsung serentak dan kebutuhan tenaga kerja meningkat dalam waktu bersamaan.
Mesin tersebut memungkinkan proses pemotongan tanaman, pemisahan gabah, hingga pengumpulan hasil panen dilakukan secara terpadu.
Menurut Wahyu, satu unit combine harvester berkapasitas besar dapat memanen sekitar satu hektare lahan dalam waktu kurang lebih satu setengah jam.
Dari sisi efisiensi hasil panen, Wahyu menyebut kehilangan gabah pada proses panen manual berpotensi mencapai sekitar 14 persen. Sementara itu, penggunaan mesin dapat menekan kehilangan hasil menjadi sekitar 1–4 persen, dengan potensi kerusakan gabah sekitar 0,7 persen akibat faktor teknis.
Ia berharap kelompok tani penerima dapat mengoptimalkan pemanfaatan mesin tersebut, termasuk membuka kesempatan bagi kelompok lain untuk menggunakan alat secara bergiliran.
Dengan luas lahan kelompok sekitar 23 hektare, pengaturan jadwal penggunaan mesin dinilai dapat meningkatkan efektivitas pemanfaatan bantuan sekaligus memperluas manfaatnya bagi petani.
Wahyu juga mendorong kelompok tani membangun kemandirian keuangan melalui pengelolaan alat, kerja sama antarkelompok, dan pengembangan usaha bersama. Pengelolaan yang profesional diharapkan dapat memperkuat modal usaha serta membuka peluang akses pembiayaan perbankan.
“Kami berharap kelompok tani bisa naik kelas, semakin mandiri, dan mampu memenuhi kebutuhannya secara bertahap. Bank Indonesia siap terus bersinergi agar produktivitas dan kesejahteraan petani meningkat,” kata Wahyu.
Petani Seluma Harapkan Solusi Pengairan saat Kemarau
Ketua Kelompok Tani Karya Mukti, Tulus, menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia atas bantuan combine harvester yang diberikan kepada kelompoknya.
Ia berharap mesin tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk membantu mempercepat proses panen, terutama ketika petani menghadapi keterbatasan tenaga kerja.
Namun, menurutnya, persoalan ketersediaan air masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius. Petani berharap Pemerintah Kabupaten Seluma dapat menindaklanjuti usulan pemanfaatan sumber air Sindur yang dinilai berpotensi mendukung kebutuhan irigasi di kawasan persawahan.
Ketersediaan air yang memadai diharapkan dapat membantu petani menjaga produktivitas lahan, terutama ketika curah hujan rendah dan musim kemarau berlangsung panjang.
Kegiatan panen raya dan penyerahan bantuan alat pertanian tersebut juga dihadiri perwakilan Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Bengkulu, Danlanal Bengkulu, BPS Provinsi Bengkulu, serta pemangku kepentingan terkait.
Kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Seluma, meningkatkan efisiensi produksi padi, dan mendorong pertanian Bengkulu menjadi semakin modern, produktif, serta berkelanjutan.
 

Terkini