BENGKULU,SELUMA – Pemerintah Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu membedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk tumbuh menjadi rumah sehat dan layak huni bagi keluarga terpapar atau berisiko stunting. Program RLH dibangun perdana di Desa Serambi Gunung, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma, Senin (19/10/2026). Program ini bertujuan mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui perbaikan kualitas lingkungan tempat tinggal.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Seluma, Bengkulu Sumiati, S.E., M.M mengatakan pembangunan RTLH merupakan salah satu bentuk intervensi sensitif atau intervensi di luar aspek gizi untuk membantu memutus mata rantai stunting.
Menurut Sumiati, upaya tersebut dilakukan dengan menciptakan lingkungan tempat tinggal yang sehat dan bersih bagi keluarga yang terpapar atau berisiko stunting. Bangunan satu unit RTLH di Desa Serambi Gunung tersebut diterima " Wilis Tarmizi (37) warga yang berdomisili di Desa Serambi Gunung, Kecamatan Talo dengan empat orang anak, diditeksi dua anak terpapar stunting.penerima manfaat yang pantas dan patut.
Ia mengimbau, masyarakat agar cinta lingkungan yang bersih dan sehat untuk meningkatkan kesehatan. Dengan demikian maka akan terwujud keluarga, masyarakat dan Kabupaten Seluma yang berkualitas.
Dari kondisi tempat tiggal yang tidak sehat dan tidak layak huni maka ditetapkan untuk dibangun rumah sehat. Pembangunan keluarga sehat perlu dilakukan secara gotong royong. Oleh karena itu, diperlukan kepedulian banyak pihak dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Seluma,” ujar Sumiati.
Ia menegaskan, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar upaya menciptakan keluarga sehat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melalui pembangunan RTLH ini, diharapkan mendapat perhatian lintas sektor untuk membantu keluarga berisiko maupun keluarga terpapar stunting untuk memperoleh hunian yang lebih layak, sehat, dan bersih dalam upaya mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Seluma.
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid saat dihubungi pewarta via selular di Bengkulu sangat mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah setempat dalam menekan mengurai stunting di daerah tersebut.
Berdasarkan data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Provinsi Bengkulu sebesar 18,8 persen. Yang terdapat Kabupaten Seluma mencapai 22,6 persen. Penanganan stunting tidak hanya prioritas menyasar keluarga terpapar, naum jauh lebih penting mencegah keluarga berisiko stunting.
Keluarga Berisoko Stunting (KRS) Provinsi Bengkulu mencapai 24 ribu lebih. " Berdasarkan data BKKBN/Kemendukbangga Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PPK) 2024. KRS di Bengkulu tercatat sebanyak 24.926 keluarga yang di antaranya terdapat di Kabupaten Seluma sebanyak 6.355 keluarga
".Pembangunan RTLH merupakan hulu dari pencegahan stunting, karena secara medis dan sosial, pemenuhan gizi yang baik tidak akan optimal jika anak tetap tumbuh di lingkungan rumah tidak sehat. " Keutamaan dari dibangunnya RTLH menjadi rumah layak huni bagi keluarga terpapar stunting salah satunya dapat meningkatkan kualitas sanitasi dan air bersih dan sehat".(***)