Peduli Stunting, OTA di Seluma Bangun RLH di Desa Serambi Gunung

Senin, 19 Oktober 2026 | 16:08:00 WIB
Peletakan batu pertama rumah layak huni (RLH) di Desa Serambi Gunung, Seluma, Senin,(19/10/26).

BENGKULU,SELUMA –Sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya percepatan penurunan angka stunting, Orang Tua Asuh (OTA) di Kabupaten Seluma membangun Rumah Layak Huni (RLH) bagi keluarga yang terpapar dan berisiko stunting di Desa Serambi Gunung, pada Senin (19/10/2026).

Pembangunan rumah layak huni tersebut dilaksanakan di atas sebidang tanah hibah dari seorang tokoh masyarakat di Desa Serambi Gunung yang berperan sebagai orang tua asuh dalam program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Seluma, Bengkulu Sumiati, S.E., M.M mengatakan pembangunan RLH merupakan salah satu bentuk intervensi sensitif atau intervensi di luar aspek gizi untuk membantu memutus mata rantai stunting.

Menurut Sumiati, upaya tersebut dilakukan dengan menciptakan lingkungan tempat tinggal yang sehat dan bersih bagi keluarga yang terpapar atau berisiko stunting. Bangunan satu unit RTLH di Desa Serambi Gunung tersebut diterima " Wilis Tarmizi (37) warga yang berdomisili di Desa Serambi Gunung, Kecamatan Talo dengan empat orang anak, diditeksi dua anak terpapar stunting.penerima manfaat yang pantas dan patut.

Ia mengimbau, masyarakat agar cinta lingkungan yang bersih dan sehat untuk meningkatkan kesehatan. Dengan demikian maka akan terwujud keluarga, masyarakat dan Kabupaten Seluma yang berkualitas.

Dari kondisi tempat tiggal yang tidak sehat dan tidak layak huni maka ditetapkan untuk dibangun rumah sehat. Pembangunan keluarga sehat perlu dilakukan secara gotong royong. Oleh karena itu, diperlukan kepedulian banyak pihak dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Seluma,” ujar Sumiati.

Ia menegaskan, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar upaya menciptakan keluarga sehat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan.

Melalui program Genting, keterlibatan orang tua asuh diharapkan tidak hanya sebatas memberikan dukungan pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga mendorong terciptanya kondisi lingkungan keluarga yang lebih baik sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan stunting.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid saat dihubungi pewarta via selular di Bengkulu sangat mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah setempat dalam menekan mengurai stunting di daerah tersebut.

Berdasarkan data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Provinsi Bengkulu sebesar 18,8 persen. Yang terdapat Kabupaten Seluma mencapai 22,6 persen. Penanganan stunting tidak hanya prioritas menyasar keluarga terpapar, naum jauh lebih penting mencegah keluarga berisiko stunting.

Keluarga Berisoko Stunting (KRS) Provinsi Bengkulu mencapai 24 ribu lebih. " Berdasarkan data BKKBN/Kemendukbangga Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PPK) 2024. KRS di Bengkulu tercatat sebanyak 24.926 keluarga yang di antaranya terdapat di Kabupaten Seluma sebanyak 6.355 keluarga ".

Pembangunan RTLH merupakan hulu dari pencegahan stunting, karena secara medis dan sosial, pemenuhan gizi yang baik tidak akan optimal jika anak tetap tumbuh di lingkungan rumah tidak sehat. " Keutamaan dari dibangunnya RTLH menjadi rumah layak huni bagi keluarga terpapar stunting salah satunya dapat meningkatkan kualitas sanitasi dan air bersih dan sehat".(***)

Halaman :

Tags

Terkini