Keterbatasan Penyuluh KB, Dorong Bangga Kencana Perkuat Kader TPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:44:00 WIB
Sejumlah tenaga penyuluh KB di Bengkulu foto bersama usai konsolidasi atasi keterbatasan penyuluh,

Bengkulu,Ikobengkulu.com,- Keterbatasan jumlah tenaga penyuluh Keluarga Berencana (KB) di daerah menjadi tantangan dalam memperluas jangkauan program pembangunan keluarga di Provinsi Bengkulu. Mengatasi kondisi tersebut Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu mendorong penguatan peran kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam mendukung pelaksanaan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Provinsi Bengkulu terdapat 1.513 desa yang tersebar di 129 kecamatan dengan penduduk mencapai 2,1 juta jiwa. Tenaga penyuluh KB terdapat 316 orang dan aktif melayani 315.831 pasangan usia subur (PUS) yang terdapat di sejumlah daerah kabupaten dan kota. Potret demikian itu menjadi hambatan tenaga penyuluh dalam memaparkan program pembangunan keluarga.

“Program KB dan pembangunan keluarga tidak boleh kendor meskipun tenaga penyuluh lapangan masih terbatas. Karena itu, diperlukan inovasi dan strategi dengan memperkuat peran kader KB, khususnya Tim Pendamping Keluarga (TPK), yang menjangkau masyarakat di tingkat desa,” kata Zamhir saat menggelar konsolidasi bersama PKB/PLKB di Kabupaten Bengkulu Tengah, Senin (12/10).

Bengkulu Tengah memiliki 17 tenaga penyuluh untuk melayani 20.373 PUS yang tersebar di 11 kecamatan dan 134 desa. Potret demikian itu memerlukan penguatan dan keterlibatan tenaga TPK. Kader TPK memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan kepada keluarga, khususnya ibu hamil, ibu pasca persalinan, bayi, dan balita. Pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu meningkatkan kualitas kesehatan keluarga serta mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting.

Kader TPK Jadi Mitra Strategis Penyuluh KB
Penguatan kader TPK tidak hanya dilakukan dengan meningkatkan jumlah keterlibatan kader, tetapi juga melalui pembinaan, peningkatan kapasitas, serta koordinasi dengan tenaga penyuluh KB dan pemangku kepentingan di tingkat desa. Melalui upaya tersebut, kader diharapkan mampu menjalankan tugas pendampingan secara optimal meskipun jumlah tenaga penyuluh masih terbatas.

Selain pendampingan, kader TPK juga berperan dalam mengidentifikasi keluarga berisiko stunting, memberikan edukasi mengenai kesehatan dan gizi, serta menghubungkan keluarga sasaran dengan layanan kesehatan yang dibutuhkan.

Program Bangga Kencana merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan keluarga berkualitas melalui pengelolaan kependudukan, pelayanan keluarga berencana, dan pembangunan keluarga. Dalam pelaksanaannya, keterlibatan kader menjadi bagian penting untuk menjangkau masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.

Dengan penguatan kapasitas dan koordinasi kader TPK, pelaksanaan program Bangga Kencana diharapkan tetap berjalan efektif dan menjangkau keluarga sasaran secara lebih luas.(***)

Tags

Terkini