Karantina Bengkulu Kendalikan Spesies Invasif di Sungai Kuala Alam

Jumat, 09 Oktober 2026 | 18:30:43 WIB
Balai Karantina Bengkulu melakukan pembersihan tanaman eceng gondok di bantaran Sungai Kuala Alam, Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, Jumat (9/10/2026).

IKOBENGKULU – Pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Balai Karantina Bengkulu melakukan pembersihan tanaman eceng gondok di bantaran Sungai Kuala Alam, Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, Jumat (9/10/2026).

Kepala Balai Karantina Bengkulu, Dr. drh. Betty Fajarwati, M.H., mengatakan pengendalian eceng gondok merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus upaya mencegah dampak negatif spesies asing invasif terhadap ekosistem perairan.

Menurut Betty, eceng gondok yang berkembang secara berlebihan dapat menutupi permukaan sungai dan menghambat aliran air. Kondisi tersebut juga membatasi masuknya sinar matahari ke dalam air sehingga mengganggu proses fotosintesis fitoplankton dan tumbuhan air lainnya.

Selain itu, tutupan eceng gondok yang terlalu rapat dapat memengaruhi kadar oksigen terlarut. Jika kondisi ini berlangsung, kehidupan ikan, udang, dan organisme air lainnya berisiko terganggu akibat menurunnya kualitas habitat dan ketersediaan makanan.

“Jenis asing invasif ini kalau tidak dikendalikan bisa mengganggu ekosistem. Dengan dibersihkan, aliran air diharapkan kembali lancar,” ujar Betty.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga mencerminkan peran karantina dalam mengantisipasi masuk dan tersebarnya ancaman biologis yang dapat berdampak terhadap kesehatan manusia, hewan, ikan, tumbuhan, serta kelestarian lingkungan.

Aksi pembersihan sungai ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, kepolisian setempat, pemerintah kelurahan, mahasiswa, dan masyarakat sekitar. Kolaborasi tersebut diharapkan mendorong kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan sungai sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pengendalian spesies invasif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Karantina ke-149 dan Hari Ulang Tahun Badan Karantina Indonesia ke-3. Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema “Dari Penjaga Gerbang ke Diplomasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas”.

Tema itu menegaskan perkembangan peran karantina, mulai dari mencegah masuk dan tersebarnya hama serta penyakit hingga mendukung ketahanan pangan, menjaga keamanan hayati, dan membantu komoditas daerah memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor.

Halaman :

Terkini