Kanwil DJPb Bengkulu Dorong Petani Sawit Mukomuko Manfaatkan Dana Pusat

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:41:48 WIB

 

BENGKULU – Sektor kelapa sawit menjadi salah satu tumpuan ekonomi masyarakat Kabupaten Mukomuko. Melihat besarnya potensi tersebut, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Bengkulu mendorong pemerintah daerah memperkuat pendampingan kepada petani agar semakin optimal memanfaatkan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat.

Dorongan itu disampaikan Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, Zaid Burhan Ibrahim, saat melakukan kunjungan kerja dan audiensi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Kamis (8/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan peran Kanwil DJPb sebagai Regional Chief Economist sekaligus pelaksanaan fungsi financial advisory. Melalui fungsi ini, Kanwil DJPb memberikan analisis, rekomendasi, serta solusi strategis bagi pemerintah daerah dalam merespons berbagai tantangan ekonomi dan fiskal.

Dalam audiensi tersebut, sektor perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu perhatian utama. Menurut Zaid, keterbatasan ruang fiskal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak seharusnya menjadi hambatan bagi Mukomuko untuk mempercepat pembangunan.

Salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan adalah berbagai program dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

“Kami melihat potensi yang sangat besar dari sektor sawit di Mukomuko. Oleh karena itu, kami mendorong Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi para petani agar lebih proaktif mengakses dana di BPDP. Ini adalah wujud kehadiran negara dalam mendorong kemandirian dan kesejahteraan petani kita di daerah,” ujar Zaid.

Dana Rp60 Juta per Hektare untuk Peremajaan Sawit

Kanwil DJPb Bengkulu menilai terdapat sejumlah program strategis BPDP yang berpotensi memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani sawit di Mukomuko.

Salah satunya adalah Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Program ini memberikan dukungan dana hibah yang kini mencapai Rp60 juta per hektare untuk membantu petani mengganti tanaman sawit yang sudah tua maupun tidak lagi produktif.

Selain PSR, petani juga dapat memanfaatkan program pengembangan sarana dan prasarana (sarpras). Dukungan tersebut dapat diarahkan untuk pembangunan jalan produksi, penyediaan alat pertanian hingga fasilitas pascapanen yang menunjang aktivitas perkebunan.

Dukungan pemerintah juga menyentuh sektor pendidikan. Anak-anak keluarga petani maupun pekerja perkebunan sawit berpeluang memperoleh beasiswa pendidikan untuk melanjutkan pendidikan tinggi di berbagai institut pertanian.

Program tersebut dinilai penting karena penguatan sektor sawit tidak hanya membutuhkan dukungan modal dan infrastruktur, tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang perkebunan.

Apresiasi untuk Pengelolaan DBH Sawit

Dalam pertemuan tersebut, Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mukomuko atas pemanfaatan Dana Bagi Hasil (DBH) Kelapa Sawit yang dinilai telah diarahkan secara tepat sasaran.

Apresiasi juga diberikan melalui Piagam Penghargaan Penyaluran Dana Desa Tercepat ke-1 se-Provinsi Bengkulu Tahun 2026 kepada Bupati Mukomuko.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kinerja Pemerintah Kabupaten Mukomuko dalam mempercepat penyaluran Dana Desa.

Kanwil DJPb Bengkulu berharap sinergi yang telah terbangun dengan Pemerintah Kabupaten Mukomuko dapat dilanjutkan dengan langkah yang lebih konkret, terutama dalam memperkuat kelembagaan petani dan meningkatkan akses terhadap berbagai program pembiayaan pemerintah pusat.

Dengan kolaborasi tersebut, potensi besar perkebunan sawit di Mukomuko diharapkan tidak hanya menjadi sumber penghasilan masyarakat, tetapi juga mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu pun berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dan mengawal berbagai langkah strategis pemerintah daerah, sehingga dukungan fiskal pemerintah dapat memberikan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat.

Upaya tersebut diharapkan bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani, penguatan kemandirian fiskal daerah, serta pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang semakin kuat dan berkelanjutan.

Kalau ingin, saya juga bisa membuatkan 3 alternatif judul yang lebih “nendang” dan SEO-friendly, dengan sudut pandang utama Kepala Kanwil DJPb Bengkulu Zaid Burhan Ibrahim.

Halaman :

Terkini