Penguatan Kompetensi, Belasan ASN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Ikuti SJT

Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:27:00 WIB
Pelaksanaan SJT di Kantor Perwakilan BKKBN Bengkulu, Rabu,7/10/2026).

Bengkulu-Ikobengkulu.com,,-Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu terus berupaya meningkatkan kompetensi pegawai di lingkup BKKBN setempat dengan mengikutsertakan sejumlah personelnya dalam pelaksanaan Situational Judgment Test (SJT) batch 4. SJT ini berlangsung pekan ke-dua Oktober dan diikuti 15 orang ASN Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu.

SJT merupakan bagian dari upaya pemetaan kompetensi dan potensi pegawai di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini sebagai salah satu instrumen untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan ASN dalam menghadapi berbagai situasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pekerjaan. Peserta diberikan sejumlah situasi kerja yang membutuhkan pertimbangan, analisis, serta pengambilan keputusan sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Kerja Pengelolaan Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Hukum Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Aminatuzakiyah Alfakhiroh, S.K.M. kepada pewarta disela pelaksanaan SJT, Rabu (7/10/2026).

Dikatakan Aminatuzakiyah, keikutsertaan ASN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dalam SJT menjadi bagian dari pelaksanaan asesmen yang dilakukan secara bertahap dalam beberapa batch pada 2026. Pegawai yang mengikuti kegiatan berasal dari unsur yang sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan pemetaan kompetensi organisasi. Dalam bacth 4 ini sebanyak tujuh ASN yang mengikuti uji kompetensi," ujarnya.

Situational Judgement Test (SJT) adalah tes psikologis, yang memuat beberapa tujuan utama, yakni untuk mengukur kompetensi Non-Teknis (Soft Skills). Menilai kepemimpinan, komunikasi, integritas, dan kerja sama tim. Langkah ini merupakan kesempatan bagi ASN untuk mengetahui potensi dan kompetensi yang dimiliki sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pengembangan kapasitas pegawai.

“SJT ini menjadi bagian penting dalam pemetaan kompetensi pegawai. Hasilnya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai potensi dan area kompetensi yang masih perlu dikembangkan sehingga pembinaan pegawai dapat dilakukan secara lebih terarah,” tambah Aminatuzakiyah.

Menurutnya, penguatan kompetensi ASN menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tuntutan pekerjaan yang semakin dinamis. ASN dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, berkomunikasi dan berkolaborasi secara efektif.

Hasil SJT nantinya dapat menjadi salah satu bahan dalam pemetaan Talent Pool ASN BKKBN. Pemetaan tersebut diharapkan mendukung pengembangan karier dan kompetensi pegawai berdasarkan potensi, kompetensi, serta kebutuhan organisasi.

Bagi BKKBN Bengkulu, proses ini juga menjadi bagian dari komitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar semakin profesional, adaptif dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Selain mengikuti asesmen, pegawai diharapkan dapat menjadikan SJT sebagai momentum untuk melakukan refleksi terhadap kemampuan dan kesiapan dalam menjalankan tugas. Hasil pemetaan dapat menjadi dasar bagi pegawai untuk terus meningkatkan kapasitas melalui pembelajaran dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.(***)

Tags

Terkini