BENGKULU — Aktivitas transportasi di Provinsi Bengkulu sepanjang Agustus 2026 bergerak tidak seragam. Lalu lintas kapal dan volume barang di Pelabuhan Pulau Baai meningkat, tetapi jumlah penumpang angkutan laut dan aktivitas penerbangan justru mengalami penurunan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi Bengkulu Sahranudin, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa data transportasi Agustus 2026 menunjukkan adanya perbedaan pergerakan antara angkutan laut dan udara.
Di sektor angkutan laut, jumlah kapal yang beraktivitas di Bengkulu pada Agustus 2026 mencapai 101 kapal. Jumlah tersebut meningkat 14,77 persen dibandingkan Juli 2026 yang tercatat sebanyak 88 kapal.
Kenaikan juga terjadi pada aktivitas bongkar muat barang. Volume barang yang dibongkar dan dimuat melalui Pelabuhan Pulau Baai pada Agustus 2026 mencapai 313.206 ton, naik 3,04 persen dibandingkan Juli yang berada di angka 303.951 ton.
“Jumlah lalu lintas angkutan laut pada Agustus 2026 tercatat 101 kapal, sedangkan lalu lintas barang yang dibongkar muat melalui Pelabuhan Pulau Baai mencapai 313.206 ton,” ujar Sahranudin berdasarkan data BPS Provinsi Bengkulu.
Namun, peningkatan lalu lintas kapal dan arus barang tidak diikuti jumlah penumpang. Pada Agustus 2026, penumpang angkutan laut tercatat sebanyak 1.350 orang, turun 27,73 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 1.868 penumpang.
Penerbangan dan Penumpang Udara Turun
Pergerakan transportasi udara juga mengalami penurunan pada Agustus 2026.
BPS mencatat jumlah penerbangan di Bandara Fatmawati Soekarno sebanyak 401 penerbangan. Angka tersebut turun 1,72 persen dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 408 penerbangan.
Jumlah penumpang angkutan udara juga terkoreksi. Pada Agustus 2026 tercatat sebanyak 47.047 penumpang, turun 0,68 persen dibandingkan Juli yang mencapai 47.368 penumpang.
Sementara itu, volume barang yang diangkut melalui Bandara Fatmawati Soekarno mengalami penurunan lebih besar.
Pada Juli 2026, volume barang tercatat 121,67 ton. Angka tersebut turun menjadi 99,05 ton pada Agustus 2026 atau mengalami penurunan sebesar 18,59 persen.
Menurut Sahranudin, data tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas transportasi Bengkulu pada Agustus 2026 bergerak fluktuatif.
“Di sektor laut, jumlah kapal dan volume barang meningkat, sementara jumlah penumpang mengalami penurunan. Pada sektor udara, baik jumlah penerbangan, penumpang maupun volume barang juga mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya,” kata Sahranudin.
Dengan demikian, aktivitas transportasi Bengkulu pada Agustus 2026 memperlihatkan perbedaan arah antara transportasi laut dan udara. Aktivitas kapal serta arus barang melalui Pelabuhan Pulau Baai meningkat, sedangkan jumlah penumpang laut, penerbangan, penumpang udara dan angkutan barang melalui jalur udara mengalami penurunan.
Pergerakan tersebut menjadi salah satu indikator penting untuk melihat dinamika mobilitas masyarakat sekaligus aktivitas distribusi barang di Provinsi Bengkulu selama Agustus 2026.