Dari Kelas Industri ke Jepang, 11 Lulusan SMKN 1 Rejang Lebong Sudah Bekerja

Selasa, 29 September 2026 | 16:56:02 WIB
Kepala SMKN 1 Rejang Lebong berfoto bersama para alumni yang lolos bekerja industri ke Jepang.

Rejang Lebong — Program kelas industri Jepang di SMKN 1 Rejang Lebong mulai menunjukkan hasil pada penyaluran lulusannya. Dari 13 peserta angkatan pertama yang mengikuti program pada 2024, sebanyak 11 orang dilaporkan telah bekerja di Jepang.

Program tersebut kini memasuki tahun ketiga. Sebanyak 17 siswa kelas XII dan alumni SMKN 1 Rejang Lebong mengikuti seleksi persiapan kerja ke Jepang yang digelar di sekolah, Selasa (29/9/2026).

Seleksi diawali dengan psikotes yang dilakukan tim psikolog dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Mulia Mandiri Abadi (MMA) Tasikmalaya, Jawa Barat. Peserta yang dinyatakan lolos akan melanjutkan tahapan pemeriksaan kesehatan atau medical check up di rumah sakit.

Kepala SMKN 1 Rejang Lebong, Dr. Asep Suparman, M.Pd mengatakan, seleksi tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan kelas industri Jepang yang telah memasuki angkatan ketiga.

“Untuk kelas industri Jepang saat ini sudah masuk seleksi tahun ketiga. Ada 17 orang yang mengikuti seleksi. Semoga semuanya bisa lolos,” kata Asep.

Program kelas industri Jepang mulai dibangun SMKN 1 Rejang Lebong sejak 2024 melalui kemitraan dengan LPK Mulia Mandiri Abadi Tasikmalaya dan GAIA International Japan.

Bagi pihak sekolah, kemitraan tersebut diarahkan untuk mempertemukan kompetensi siswa dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk membuka akses bagi lulusan untuk bekerja di luar negeri.

Perkembangan program itu terlihat dari lulusan angkatan pertama. Tim LPK MMA Tasikmalaya mencatat, 11 dari 13 peserta angkatan pertama kini telah bekerja di Jepang.

“Dari SMKN 1 Rejang Lebong angkatan pertama tahun 2024, dari 13 orang, 11 orang sudah bekerja di Jepang,” ujar Ikrar Fatahilah, tim psikotes dari LPK Mulia Mandiri Abadi Tasikmalaya.

Sementara itu, peserta angkatan kedua yang mengikuti program pada 2025 masih menjalani sejumlah tahapan seleksi, mulai dari proses interview hingga ujian.

Ikrar mengatakan, peserta angkatan kedua yang memenuhi seluruh persyaratan ditargetkan dapat diberangkatkan ke Jepang pada November 2026.

“Angkatan kedua saat ini masih proses interview dan ujian. Insyaallah pada November 2026, yang memenuhi persyaratan akan diberangkatkan ke Jepang,” katanya.

Selain mencatat penyaluran lulusan ke Jepang, program tersebut juga menempatkan SMKN 1 Rejang Lebong sebagai salah satu sekolah yang lebih awal membangun kemitraan langsung dengan dunia kerja di Jepang.

Ikrar menyebut pola kemitraan yang dikembangkan SMKN 1 Rejang Lebong dapat menjadi rujukan bagi sekolah menengah kejuruan lainnya di Bengkulu dalam membuka akses kerja internasional bagi lulusan.

“SMKN 1 Rejang Lebong ini merupakan sekolah perintis dalam kemitraan dengan dunia kerja di Jepang, sehingga menjadi percontohan bagi SMK di Provinsi Bengkulu,” singkat Ikrar.(**)

Tags

Terkini