SMKN 1 Rejang Lebong Perluas Kerja Sama Industri, Siswa Kelas XII Jalani Sertifikasi Kompetensi di PT. Pindad

Senin, 21 September 2026 | 17:46:17 WIB
Kepala SMKN 1 Rejang Lebong, Dr. Asep Supratman, M.Pd saat menandatangani MoU dengan PT. Pindad beberapa waktu lalu.

Rejang Lebong — SMKN 1 Rejang Lebong terus memperluas kerja sama dengan dunia industri. Setelah membuka Kelas Industri Jerman, Kelas Industri Jepang dan Kelas Industri bersama PT Schneider Indonesia Cikarang Plant, sekolah tersebut kini memperkuat kerja sama dengan PT Pindad di Bandung.

Kerja sama dengan PT Pindad telah berjalan sejak Juni 2024. Sejumlah program telah dilaksanakan, mulai dari sinkronisasi kurikulum, guru tamu dari industri, kunjungan industri hingga Praktik Kerja Lapangan atau PKL siswa di PT Pindad Bandung. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi siswa kelas XII.

Kepala SMKN 1 Rejang Lebong, Dr. Asep Suparman, M.Pd mengatakan, keterlibatan industri dalam proses pendidikan menjadi bagian dari upaya sekolah menyesuaikan kompetensi siswa dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kerja sama dengan industri tidak hanya sebatas kunjungan atau kegiatan seremonial. Kita ingin kompetensi yang dipelajari siswa di sekolah benar-benar memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Asep.

Untuk tahun 2026, siswa kelas XII akan mengikuti uji sertifikasi kompetensi keahlian yang melibatkan sejumlah lembaga sertifikasi profesi.

Menurut Asep, Tim Asesor LSP P3 dari PT Pindad Bandung akan menguji enam kompetensi keahlian, yakni Teknik Pemesinan, Teknik Pengelasan, Teknik Pembangkit Tenaga Listrik, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Elektronika Industri serta Teknik Komputer dan Jaringan.

Sementara kompetensi Teknik Sepeda Motor dan Teknik Kendaraan Ringan akan menjalani sertifikasi melalui LSP Praktisi Otomotif Indonesia. Sedangkan kompetensi Desain Pemodelan Informasi Bangunan akan diuji oleh LSP Bina Konstruksi Nusantara.

Asep mengatakan, sertifikasi tersebut menjadi bagian dari persiapan siswa sebelum memasuki dunia kerja.

“Kita ingin siswa tidak hanya mendapatkan ijazah setelah menyelesaikan pendidikan. Mereka juga harus memiliki kompetensi yang bisa dibuktikan melalui sertifikasi sesuai bidang keahliannya,” bebernya.

Rangkaian asesmen tersebut dilakukan sebelum siswa menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama enam bulan. PKL dijadwalkan mulai 16 November 2026. Sebelum masuk ke dunia industri, siswa terlebih dahulu mengikuti proses asesmen untuk mengukur kemampuan sesuai kompetensi keahlian masing-masing.

Menurut Asep, pola tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun keterhubungan antara pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan industri.

“Sebelum mereka masuk ke dunia kerja, kita persiapkan kompetensinya. Sekolah memberikan dasar keahlian, kemudian industri memberikan pengalaman dan standar kerja yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” terang Asep.

Asep menambahkan, kerja sama dengan PT Pindad sebelumnya juga telah diarahkan pada penempatan siswa untuk mengikuti PKL di perusahaan tersebut. Pada tahap awal kerja sama, siswa SMKN 1 Rejang Lebong telah dipersiapkan untuk mengikuti PKL di PT Pindad Bandung.

Selain PT Pindad, SMKN 1 Rejang Lebong juga mengembangkan kerja sama dengan sejumlah industri serta program pendidikan internasional.

Sebelumnya SMKN 1 Rejang Lebong juga mengembangkan kelas industri yang diarahkan untuk memberikan pengalaman kerja dan pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. Rangkaian program tersebut berjalan bersamaan dengan pengembangan program internasional, termasuk kelas industri Jerman dan Jepang. 

Puncaknya pada September 2026, SMKN 1 Rejang Lebong juga meluncurkan program “Mendunia di Jerman” dan “Lulusan SMK Go Global”.

“Tujuan kita cuma satu, pembelajaran di SMKN 1 Rejang Lebong diarahkan tidak hanya pada penyelesaian pendidikan di sekolah, tetapi juga pada penguatan kompetensi, sertifikasi profesi, pengalaman industri dan kesiapan memasuki dunia kerja,” pungkas Asep.(**)

Halaman :

Tags

Terkini