Hari Kontrasepsi Sedunia 2026, Ruang edukasi dan Konseling Perencanaan Keluarga

Selasa, 08 September 2026 | 15:00:00 WIB
dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid saat meninjau pelayanan KB pada peringatan Hari Kontrasepsi sedunia 2026 di Bengkulu.

Bengkulu,(Ikobengkulu.com)-Peringatan hari kontrasepsi sedunia tahun 2026 tidak hanya memberikan pelayanan KB secara gratis kepada masyarakat PUS (pasangan usia subur). Melainkan jauh lebih penting hadir sebagai ruang  edukasi dan konseling masyarakat dalam membuat perencanaan keluarga.

Perencanaan keluarga, merupakan bagian penting dalam membangun keluarga yang berkualitas. Maka, perencanaan yang baik, pasangan usia  subur dapat menentukan jarak dan jumlah kelahiran sesuai kondisi keluarga. "Perencanaan keluarga adalah fondasi utama untuk membangun generasi  emas.

Di Provinsi Bengkulu, pada peringata hari kontrasepsi tahun ini, pemerintah daerah setempat menggelar pelayanan KB serentak dilaksanakan mulai 7 September hingga 7 Oktober 2026. Layanan gratis itu, menyasar berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Mulai dari puskesmas, klinik, Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) hingga rumah sakit yang tersebar di kabupaten dan kota. Tidak hanya itu, para peserta dapat memilih berbagai metode kontrasepsi. Baik metode jangka panjang maupun jangka pendek, sesuai  
hasil konsultasi dan kebutuhan reproduksi masing-masing.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Badan kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid kepada pewarta usai audiensi bersama wakil Gubernur Bengkulu Ir. Mian di Kantor Gubernur Bengkulu, (Senin,70/2026).

dr. H. Zamhir mengatkan, pogram pelayanan Keluarga Berencana (KB) terus diperkuat untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kontrasepsi sekaligus mendorong perencanaan keluarga yang lebih baik.

Secara nasional, program pelayanan KB tahun 2026 menargetkan sebanyak 1.228.004 akseptor Pasangan Usia Subur (PUS) di berbagai daerah di Indonesia. Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas jangkauan pelayanan KB hingga ke masyarakat di pelosok daerah.

Untuk tahun 2026, Bengkulu ditargetkan melayani sebanyak 17.894 sasaran. Target tersebut terdiri atas 11.991 peserta KB baru (PB), 2.978 peserta KB baru dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), serta 2.925 peserta KB Pascapersalinan (KBPP). Upaya percepatan pencapaian target, Zamhir menegaskan,  salah satunya dilakukan melalui Pelayanan KB Serentak dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia (World Contraception Day) 2026.

"Pelayanan KB terus kita dorong agar dapat menjangkau masyarakat secara  
luas," ujar Zamhir.

Dijelaskannya, dalam pelaksanaannya, masyarakat diberikan pilihan metode kontrasepsi sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing. Metode kontrasepsi jangka pendek yang tersedia antara lain pil, kondom dan suntik."Berbagai metode kontrasepsi kita siapkan," tuturnya.

Sementara itu, menurut Zamhir untuk metode jangka panjang, masyarakat dapat memilih IUD, implan, Metode Operasi Wanita (MOW) maupun Metode Operasi Pria (MOP). Pelayanan juga memberikan perhatian khusus terhadap peserta KB pascapersalinan.

"Ada juga metode jangka panjang seperti pil, suntik, kondom," tambah Zamhir.

Untuk memperluas jangkauan pelayanan, lanjut Zamhir, pihaknya juga mengerahkan Mobil Unit Pelayanan KB (MUYAN). Mobil pelayanan tersebut diarahkan untuk mendatangi masyarakat hingga wilayah yang sulit dijangkau oleh fasilitas pelayanan kesehatan.

"Pelayanan ini diberikan secara gratis kepada masyarakat, khususnya peserta KB baru dan peserta KB pascapersalinan," ungkapnya.
 

Dia menegaskan bahwa pelayanan KB tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian jumlah peserta. Namun, calon akseptor perlu mendapatkan pemahaman tentang pilihan kontrasepsi. Agar dapat menentukan metode yang aman dan sesuai dengan kondisi serta siklus hidup mereka.

"Maka, edukasi dan konseling menjadi bagian penting dalam pelayanan. Kita berharap, masyarakat tidak hanya datang sebagai penerima layanan, tetapi juga memahami manfaat, pilihan metode, serta konsekuensi dari setiap jenis kontrasepsi yang digunakan," tutur Zamhir. (***)

Tags

Terkini