BANDAR LAMPUNG — Kesadaran membayar pajak tidak harus menunggu seseorang memasuki usia wajib pajak. Pesan itulah yang dibawa Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bengkulu dan Lampung melalui program **Pajak Bertutur 2026** yang digelar serentak di seluruh Indonesia.
Mengusung tema **“Pajak Kita: Energi Generasi Juara”** dengan tagline **“Sehari Mengenal Selamanya Bangga”**, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi DJP untuk memperkenalkan dunia perpajakan kepada generasi muda sekaligus menanamkan pemahaman tentang pentingnya pajak bagi pembangunan Indonesia.
Di wilayah Bengkulu dan Lampung, Pajak Bertutur 2026 digelar di dua institusi pendidikan, yakni **Universitas Aisyah Pringsewu** dan **SMP Negeri 10 Bandar Lampung**.
Kepala Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung, **Sigit Danang Joyo**, hadir langsung dalam kegiatan yang berlangsung di Universitas Aisyah Pringsewu. Kegiatan yang berkolaborasi dengan KPP Pratama Natar dan KP2KP Pringsewu tersebut diikuti sebanyak **90 mahasiswa**.
Sementara itu, Pajak Bertutur di SMP Negeri 10 Bandar Lampung dihadiri Kepala KPP Madya Bandar Lampung, **Cahyonandi**. Sebanyak **66 siswa dan siswi** mengikuti kegiatan edukasi perpajakan tersebut.
Dalam kegiatan itu, para peserta diajak memahami konsep dasar perpajakan, manfaat pajak bagi masyarakat, hingga kaitan pajak dengan berbagai pembangunan dan pelayanan publik yang mereka nikmati dalam kehidupan sehari-hari.
Mulai dari **pendidikan, layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga berbagai layanan pemerintah**, peserta diperkenalkan pada bagaimana kontribusi pajak memiliki keterkaitan dengan pembangunan bangsa.
Sigit Danang Joyo menegaskan, edukasi perpajakan kepada generasi muda merupakan langkah penting untuk membangun kesadaran pajak dalam jangka panjang.
> “Kesadaran pajak tidak harus menunggu seseorang menjadi wajib pajak. Melalui kegiatan seperti Pajak Bertutur, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa pajak merupakan kontribusi bersama yang memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan dan mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujar Sigit.
Agar materi lebih mudah diterima, Pajak Bertutur 2026 dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta sesi tanya jawab. Peserta juga berkesempatan mengikuti sesi **“Direktur Jenderal Pajak Menyapa”** secara daring yang terhubung langsung dengan Direktur Jenderal Pajak, **Bimo Wijayanto**.
Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh pesan dan motivasi mengenai pentingnya memahami pajak serta peran generasi muda dalam membangun budaya sadar pajak di masa mendatang.
Pelaksanaan Pajak Bertutur di Universitas Aisyah Pringsewu dan SMP Negeri 10 Bandar Lampung pun mendapat sambutan positif dari pihak perguruan tinggi maupun sekolah.
Bagi Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung, kegiatan ini bukan sekadar memperkenalkan aturan perpajakan kepada pelajar dan mahasiswa. Lebih dari itu, Pajak Bertutur menjadi bagian dari upaya membangun **generasi muda yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan kesadaran bahwa pajak merupakan bentuk kontribusi bersama untuk kemajuan Indonesia**.
Melalui edukasi yang dilakukan sejak bangku sekolah dan perguruan tinggi, DJP berharap kesadaran pajak dapat tumbuh sebagai bagian dari karakter generasi muda—sehingga ketika mereka kelak menjadi wajib pajak, pemahaman dan kepedulian terhadap pajak telah terbentuk sejak dini.