Perluas Konektivitas Udara di Lampung, Transnusa Resmikan Penerbangan Perdana Jakarta-Lampung dan Lampung-Kuala Lumpur

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:00:39 WIB
Dua rute baru mulai beroperasi dari Radin Inten II, membuka akses Lampung ke Jakarta hingga tiga kali sehari dan Kuala Lumpur setiap hari
JAKARTA, IKOBENGKULU.COM- PT Transnusa Aviation Mandiri (Transnusa) resmi mengoperasikan penerbangan perdana Jakarta (CGK)–Lampung (TKG) dan Lampung (TKG)–Kuala Lumpur (KUL) pada 24 Agustus 2026. Pembukaan kedua rute tersebut memperluas konektivitas dari Bandar Udara Internasional Radin Inten II, sekaligus menghadirkan kembali layanan penerbangan internasional reguler dari Lampung.
Bagi Transnusa, penerbangan perdana ini bukan sekadar penambahan dua rute dalam jaringan. Kehadiran layanan langsung ke Kuala Lumpur membuka akses yang selama ini mengharuskan masyarakat Lampung melakukan perjalanan melalui kota lain, baik untuk wisata, bisnis, mengunjungi keluarga, kebutuhan kesehatan, maupun perjalanan umrah.
Rute internasional tersebut juga menjadi bagian dari momentum penguatan kembali posisi Radin Inten II sebagai pintu masuk dan keluar penerbangan internasional.
Group CEO Transnusa, Datuk Bernard Francis, mengatakan bahwa Lampung merupakan salah satu jaringan penting bagi Transnusa di Sumatra. Pembukaan rute ini, menurutnya, tidak hanya didasarkan pada potensi pariwisata, tetapi juga melihat besarnya populasi serta hubungan ekonomi dan sosial antara Lampung dan Malaysia.
“Pembukaan rute ini merupakan salah satu jaringan yang penting bagi kami di Sumatra. Lampung memiliki populasi sekitar 9,5 juta jiwa dan potensi yang cukup besar, baik untuk perjalanan bisnis maupun pariwisata. Kami melihat ada peluang yang kuat untuk menghubungkan masyarakat Lampung dengan Malaysia, sekaligus membawa lebih banyak wisatawan dari Malaysia untuk mengenal Lampung,” ujar Datuk Bernard.
Dari Penerbangan Perdana Menjadi Konektivitas Reguler
Beroperasinya penerbangan Lampung–Kuala Lumpur setiap hari menjadi babak baru bagi konektivitas internasional Lampung. Sebelumnya, penerbangan internasional dari Radin Inten II belum menjadi bagian dari pilihan perjalanan reguler masyarakat secara berkelanjutan.
Kehadiran Transnusa membawa layanan tersebut ke tahap berikutnya. Setelah sebelumnya mengoperasikan penerbangan charter, Transnusa kini menyediakan penerbangan reguler setiap hari antara Lampung dan Kuala Lumpur.
Bagi masyarakat Lampung, kehadiran layanan terjadwal memberikan kepastian akses yang lebih besar untuk merencanakan perjalanan. Kuala Lumpur juga dapat menjadi titik perjalanan lanjutan menuju berbagai kota di Malaysia maupun destinasi internasional lainnya.
Potensi rute ini juga tidak hanya datang dari sektor pariwisata. Transnusa melihat adanya kebutuhan perjalanan yang beragam antara Lampung dan Malaysia, termasuk untuk bisnis, perdagangan, mobilitas tenaga kerja, hingga layanan kesehatan.
Market-nya bukan hanya pariwisata. Ada bisnis, hubungan antara pemerintah dan masyarakat, manpower supply untuk pekerjaan di Malaysia, halal business, sampai medical tourism. Kami juga melihat, perjalanan untuk kebutuhan medis dari Lampung juga sudah ada ke Singapura, Bangkok, dan Kuala Lumpur. Dengan penerbangan langsung, aksesnya menjadi lebih dekat dan mudah,” kata Datuk Bernard.
Kebutuhan perjalanan untuk umrah juga menjadi salah satu potensi yang dapat ditopang oleh konektivitas ini. Kuala Lumpur memiliki jaringan penerbangan internasional yang luas sehingga dapat menjadi salah satu titik transit bagi masyarakat Lampung yang melanjutkan perjalanan ke Timur Tengah.
Pada saat yang sama, penerbangan langsung membuka peluang bagi wisatawan Malaysia untuk mengenal Lampung sebagai destinasi alternatif di Indonesia. Selama ini, wisatawan Malaysia lebih banyak mengenal destinasi seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, dan Lombok. Dengan konektivitas yang lebih mudah, Lampung memiliki peluang untuk masuk ke dalam pilihan perjalanan wisatawan dari negara tetangga tersebut.
Jakarta–Lampung Memperkuat Jaringan Domestik
Di sisi domestik, penerbangan Jakarta–Lampung melengkapi konektivitas baru yang dibangun Transnusa dari Radin Inten II. Dengan frekuensi hingga tiga kali sehari dan waktu tempuh sekitar 45–60 menit, rute ini memberikan alternatif perjalanan cepat antara Lampung dan Jakarta.
Jakarta juga memiliki fungsi yang lebih luas dalam jaringan Transnusa. Masyarakat Lampung dapat menggunakan Jakarta sebagai titik lanjutan menuju sejumlah destinasi domestik yang dilayani Transnusa, termasuk Yogyakarta, Denpasar, Lombok, dan Singkawang, serta destinasi internasional seperti Singapura, Guangzhou, dan Bangkok.
Direktur Utama Transnusa, Bayu Sutanto, juga menambahkan bahwa pembukaan rute Jakarta–Lampung dan Lampung–Kuala Lumpur merupakan bagian dari visi Transnusa untuk menghubungkan kota-kota besar, kota regional, dan destinasi wisata di berbagai wilayah, sekaligus membuka akses dari Lampung menuju destinasi internasional.
Dengan pola tersebut, kehadiran dua rute secara bersamaan membentuk konektivitas yang lebih luas. Jakarta menjadi akses Lampung menuju jaringan domestik Transnusa, sementara Kuala Lumpur membuka jalur langsung menuju jaringan internasional.
“Ini adalah bagian dari visi kita untuk membuat konektivitas di kota-kota besar, kecil, dan juga destinasi wisata di seluruh Nusantara. Kita tidak hanya menghubungkan Jakarta–Lampung semata, tetapi juga membuka konektivitas Lampung ke tujuan luar negeri, yaitu Kuala Lumpur. Kita harapkan penerbangan ini akan terus berlanjut dan pada saatnya dapat ditambah frekuensinya sesuai dengan permintaan pengguna,” ujar Bayu.
Dengan demikian, Jakarta menjadi akses Lampung menuju jaringan domestik Transnusa, sementara Kuala Lumpur membuka jalur langsung menuju jaringan internasional. Untuk mendukung perjalanan pada kedua rute tersebut, Transnusa juga menghadirkan penawaran tarif khusus, dengan harga tiket Jakarta–Lampung mulai dari Rp699.000, Lampung–Kuala Lumpur mulai dari Rp1.599.000, dan Kuala Lumpur–Lampung mulai dari MYR399.
Memulai dengan C909, Terbuka untuk Pengembangan Kapasitas
Untuk melayani kedua rute baru tersebut, Transnusa mengoperasikan COMAC C909 berkapasitas 95 penumpang. Pemilihan armada ini disesuaikan dengan karakteristik rute dan estimasi permintaan pada tahap awal.
Menurut Datuk Bernard, C909 merupakan regional jet yang sesuai untuk penerbangan jarak relatif pendek seperti Jakarta–Lampung. Penggunaan pesawat dengan kapasitas yang sesuai juga memberikan fleksibilitas bagi Transnusa dalam mengembangkan rute baru sambil melihat perkembangan permintaan pasar.
“Untuk rute baru seperti ini, kalau kita memulainya dengan sekitar 50% load factor, itu sudah menjadi awal yang baik. Kami berharap dalam tiga sampai enam bulan bisa meningkat lebih dari 70%. Kalau potensi Lampung terus berkembang, kami tentu bisa menyesuaikan kapasitas maupun frekuensinya,” ujarnya.
Transnusa melihat pengembangan rute sebagai proses yang mengikuti pertumbuhan permintaan. Karena itu, perusahaan akan terus mengevaluasi performa rute Lampung–Kuala Lumpur maupun Jakarta–Lampung, termasuk peluang peningkatan frekuensi dan penggunaan armada dengan kapasitas lebih besar.
Menjadikan Lampung Bagian dari Jaringan Sumatra
Pembukaan dua rute ini memperluas jaringan Transnusa di Sumatra sekaligus memperkuat peran Lampung sebagai salah satu titik konektivitas baru dalam jaringan penerbangan perusahaan.
Kehadiran layanan langsung menuju Kuala Lumpur juga memberi dimensi baru bagi konektivitas Lampung. Tidak hanya menghubungkan masyarakat dengan destinasi, penerbangan ini membuka ruang bagi pergerakan wisatawan, pelaku usaha, keluarga, tenaga kerja, hingga masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan dan perjalanan lanjutan ke berbagai negara.
Dengan dimulainya penerbangan reguler hari ini, Transnusa berharap konektivitas tersebut dapat tumbuh seiring dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. Pengembangan selanjutnya akan diarahkan berdasarkan respons pasar, dengan tetap melihat peluang untuk memperluas frekuensi dan koneksi dari Lampung.
Penerbangan perdana Jakarta–Lampung dan Lampung–Kuala Lumpur sekaligus menjadi langkah baru dalam upaya Transnusa menghubungkan kota-kota regional dengan pusat aktivitas nasional dan destinasi internasional, membawa Lampung lebih dekat ke Jakarta, Malaysia, dan jaringan perjalanan yang lebih luas di kawasan Asia Tenggara.

Terkini