SMKN 1 Rejang Lebong Bidik 15 Lulusan Kembali Tembus Dunia Kerja Jepang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:00:18 WIB
Siswa SMKN 1 Rejang Lebong saat mengikuti kegiatan belajar mengajar beberapa waktu lalu.

Rejang Lebong - SMKN 1 Rejang Lebong kembali membidik peluang kerja bagi lulusannya di Jepang. Setelah berhasil memberangkatkan 25 lulusan dalam dua batch sebelumnya, sekolah tersebut menargetkan sedikitnya 15 lulusan kembali lolos dalam recruitment batch 3 yang dijadwalkan berlangsung pada 7-9 September 2026.

 

Program penempatan kerja ke Jepang ini merupakan bagian dari kerja sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu bersama SMK se-Provinsi Bengkulu dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Mulya Mandiri Abadi (MMA) Tasikmalaya, Jawa Barat.

 

SMKN 1 Rejang Lebong menjadi salah satu sekolah yang menginisiasi program tersebut sekaligus aktif melakukan penjaringan calon peserta dari lulusan SMK di Provinsi Bengkulu.

 

Kepala SMKN 1 Rejang Lebong, Dr. Asep Suparman, M.Pd., mengatakan pihak sekolah terus melakukan evaluasi terhadap proses seleksi dari batch sebelumnya. Evaluasi tersebut menjadi dasar dalam mempersiapkan calon peserta untuk recruitment batch 3.

 

"Pada batch pertama tahun 2024, SMKN 1 Rejang Lebong berhasil meloloskan 13 orang untuk bekerja di Jepang. Kemudian batch kedua tahun 2025 sebanyak 12 orang. Untuk batch ketiga ini, kami menargetkan 15 orang kembali lolos," kata Asep.

 

Menurut Asep, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari proses persiapan yang dilakukan sejak di lingkungan sekolah. Calon peserta tidak hanya dipersiapkan untuk memenuhi persyaratan administrasi, tetapi juga dibekali kemampuan bahasa Jepang dan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

 

Salah satu indikator yang menjadi perhatian dalam penjaringan adalah keaktifan siswa mengikuti ekstrakurikuler Bahasa Jepang. Selain kemampuan bahasa, pihak sekolah juga mempertimbangkan keterampilan lain yang dimiliki calon peserta.

 

"Penjaringannya cukup ketat. Salah satunya melihat keaktifan mereka dalam mengikuti ekstrakurikuler Bahasa Jepang, kemudian skill lainnya," ujarnya.

 

Setelah melewati penjaringan di tingkat sekolah, calon peserta akan mengikuti sejumlah tahapan seleksi. Di antaranya psikotes yang salah satunya bertujuan melihat karakter dan kejujuran peserta, kemudian pemeriksaan kesehatan atau medical check-up.

 

Peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan selanjutnya akan menjalani pembekalan sebelum diberangkatkan ke Jepang. Materi pembekalan mencakup bahasa Jepang, budaya serta keterampilan kerja yang akan diberikan melalui pendampingan LPK MMA di Tasikmalaya, Jawa Barat.

 

"Jadi ada beberapa tahapan yang harus mereka lalui. Setelah seleksi, ada medical check-up, kemudian persiapan bahasa, budaya dan skill sebelum mereka berangkat ke Jepang," jelas Asep.

 

Untuk recruitment batch 3, sebanyak 30 lulusan SMK se-Provinsi Bengkulu akan dipilih untuk ditempatkan bekerja di Gaia International Japan yang bergerak di bidang pengolahan makanan.

 

Seluruh kepala SMK yang terlibat dalam program tersebut juga dijadwalkan mengikuti meeting bersama pihak LPK MMA pada 7 September 2026.

 

Program tersebut tidak berhenti pada batch ketiga. Recruitment berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 27 Februari 2027 dengan kuota 60 lulusan SMK se-Provinsi Bengkulu yang nantinya akan difasilitasi oleh perusahaan JIAEC (Japan Indonesia Economic Center), untuk kemudian disalurkan magang dan bekerja di sektor industri Jepang.

 

“Bagi SMKN 1 Rejang Lebong, rangkaian recruitment tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses lulusan SMK terhadap pasar kerja internasional sekaligus memperkuat kesiapan siswa menghadapi tuntutan dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan,” tutup Asep.

Tags

Terkini