Bengkulu (ikobengkulu.com),- Lingkungan yang tidak sehat memicu infeksi berulang pada anak yang menghambat penyerapan gizi, sehingga intervensi non-nutrisi menjadi prioritas dalam upaya pencegahan stunting guna melengkapi perbaikan makanan bergizi pada anak.
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu dr.H. Zamhir Setiawan., M.Epid melalui Ketua TIm Kerja 4 Bidang Penggerakan Masyarakat dan Pengelola Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Edi Sofyan, S.E., M.M, dalam Rapat Koordinasi Genting Tingkat Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2026 di Pinang Raya rekomendasikan point penting dalam percepatan penurunan stunting.
Yang menjadi prioritas yaitu menyalurkan bantuan non nutrisi kepada keluarga berisiko stunting " seperti bedah rumah, jamban sehat, akses air bersih dan bantuan pemberdayaan ekonomi keluarga menjadi prioritas. Namun, bantuan nutrisi tetap dapat diberikan kepada penerima manfaat yang belum menjadi penerima manfaat MBG 3B." kata Ketua TIm Kerja 4 Bidang Penggerakan Masyarakat dan Pengelola Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Edi Sofyan, S.E., M.M, Senin, (24/8/2026).
Dikatakan Edi Sofyan, jumlah KRS Provinsi Bengkulu tahun 2026 mencapai 24.926 keluarga, dengan target GENTING mencapai 10.436 keluarga. Hingga 13 Agustus-2026 realisasi Genting Provinsi Bengkulu mencapai 8.923 keluarga atau sebesar 85,5 persen.
Sementara untuk capaian intervensi GENTING di Kabupaten Bengkulu 1.628 keluarga atau sebesar 93,1 persen dari 1.748 sasaran dengan jumlah keluarga berisiko stunting sebanyak 4.735 keluarga. Namun, kata Edi Sofyan, capai yang intervensi Genting sebesar 91 lebih tersebut masih didominasi oleh bantuan edukasi dan bantuan nutrisi yang bukan dari bantuan non edukasi lseperti rumah layak huni, jamban sehat dan akses air bersih.
Selain merekomendasikan intervensi melalui bantuan non nutrisi, dalam rakor Genting yang melibatkan sejumlah unsur pemerintah MUSPIKA dan desa. BKKBN Bengkulu merekomendasikan agar perlu dikuatkan kembali komitmen dari mitra lintas sektor untuk mendukung program Genting 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Nova Hendriani,S.K.M., M.M menyampaikan bahwa, Genting adalah program inovasi pemerintah untuk mempercepat penurunan stunting melalui gotong royong masyarakat. Program tersebut mengajak mitra menjadi "orang tua asuh" (OTA) bagi keluarga berisiko stunting (KRS) dengan memberikan bantuan gizi, sanitasi, dan edukasi," ujar Nova.
Dikata Nova, ada beberapa tujuan utama program GENTING yaitu mewujudkan generasi sehat, cerdas, kuat, dan bebas stunting dengan sasaran 1000 hari pertama kehidupan (HPK). membantu peningkatan gizi, kesehatan, sanitasi, air bersih, dan edukasi. Dengan target utama ibu hamil, ibu menyusui, dan batita non-paud.(