BI Bengkulu Dorong UMKM Naik Kelas, Transaksi KKI 2026 Tembus Rp955 Juta

Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:39:00 WIB
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengunjungi stan UMKM Bengkulu dalam gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. (DOK/IG Bank Indonesia

IKOBENGKULU.COM — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bengkulu terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah untuk meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar. Upaya tersebut diperkuat melalui partisipasi UMKM Bengkulu dalam gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan partisipasi UMKM Bengkulu dalam KKI 2026 menunjukkan bahwa produk daerah memiliki potensi untuk bersaing dan membangun kemitraan dengan korporasi.

Dalam gelaran KKI 2026, UMKM binaan KPw BI Provinsi Bengkulu membukukan total transaksi penjualan sebesar Rp955.491.033 melalui pameran luring maupun kanal virtual.

“Kehadiran 32 UMKM Bengkulu di KKI 2026, baik di sektor wastra, kriya, makanan dan minuman maupun kuliner, adalah manifestasi dari program pembinaan yang konsisten,” kata Wahyu.

Sebanyak 32 UMKM unggulan Bengkulu berpartisipasi secara daring melalui platform KKI 2026. Dari jumlah tersebut, enam UMKM turut hadir secara langsung di Jakarta International Convention Center (JICC), terdiri dari dua UMKM sektor wastra serta empat UMKM makanan dan minuman.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengunjungi stan UMKM Bengkulu dalam gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta./Foto: DOK/IG: Bank Indonesia

Pada kategori wastra, Batik Kagano menampilkan berbagai kain wastra khas Bengkulu. Sementara Swarnabumei membawa produk ready to wear yang mengangkat motif khas daerah, seperti kain besurek dan bunga Rafflesia.

Untuk kategori makanan dan minuman, sejumlah produk Bengkulu hadir melalui KKI Mart, antara lain dari CV Jaya Rasa Bengkulu, Giwigewi, Kerupuk Keite, dan Sari Aren.

Tidak hanya mendorong transaksi penjualan, BI Bengkulu juga memperluas peluang UMKM masuk ke rantai pasok dan pasar yang lebih luas melalui kegiatan business matching.

Salah satu hasilnya, Kopi Bukit Barisan berhasil menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Indonesia Specialty Coffee untuk pembelian awal sebanyak 500 kilogram Kopi Robusta Bengkulu dengan nilai kontrak awal sebesar Rp35,5 juta.

Selain Kopi Bukit Barisan, UMKM Bengkulu yang mengikuti business matching antara lain Pak Sahid Coffee, Lestari Coffee, dan CV Jaya Rasa Bengkulu.

Pameran batik khas Bengkulu binaan Bank Indonesia/ foto: IG Bank Indonesia

Wahyu menilai capaian transaksi dan kemitraan tersebut menjadi bukti bahwa produk UMKM Bengkulu memiliki peluang semakin besar untuk masuk dalam rantai nilai berskala nasional.

“Capaian transaksi dan penandatanganan kontrak kemitraan di hari pertama ini menjadi bukti nyata bahwa produk kopi Bengkulu dan UMKM lainnya mampu merespons Gerakan Korporasi Gandeng UMKM secara nyata,” ujarnya.

Menurut Wahyu, peningkatan kapasitas UMKM tidak cukup hanya melalui penguatan produk. Pelaku usaha juga perlu memperoleh akses pembiayaan yang lebih luas sekaligus membangun jaringan pasar dan kemitraan dengan berbagai pihak.

“Mereka kini semakin siap untuk naik kelas, memperoleh pembiayaan yang lebih luas, dan terintegrasi ke dalam rantai nilai berskala nasional,” kata Wahyu.

Pameran UMKM Bengkulu binaan Bank Indonesia/ foto: IG Bank Indonesia

BI Bengkulu juga mengajak pemerintah daerah, perbankan, korporasi, serta pemangku kepentingan lainnya untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan UMKM.

Sinergi tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem usaha yang memberikan ruang lebih besar bagi UMKM Bengkulu untuk tumbuh, tangguh, berdaya saing, dan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar global.

Melalui penguatan kolaborasi, pembiayaan, dan perluasan akses pasar, UMKM Bengkulu diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga terus berkembang dan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Tags

Terkini