IKOBENGKULU — Persekutuan Doa Merah Putih bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kristiani menjadi salah satu wadah pembinaan kerohanian yang diharapkan mampu memperkuat integritas, tanggung jawab, serta karakter ASN dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh ASN Kristiani dari lingkungan pemerintahan. Persekutuan tidak hanya menjadi ruang untuk memperkuat kehidupan rohani, tetapi juga diarahkan agar nilai-nilai keagamaan dapat diterapkan dalam lingkungan pekerjaan dan pelayanan publik.
Koordinator Bidang Kerohanian, Pendeta Yusak, S.Th., mengatakan bahwa Persekutuan Doa Merah Putih memiliki tujuan membentuk ASN Kristiani yang memiliki karakter baik serta mampu menjaga integritas dalam menjalankan tugas.
“Tujuan kita memang untuk dapat membentuk integritas ASN Kristiani, sehingga kita dapat menjadi orang yang memiliki karakter yang baik dan bisa menjaga badan,” ujar Pendeta Yusak saat diwawancarai pada 19 Agustus 2026.
Menurutnya, materi dalam persekutuan juga disesuaikan dengan konteks pekerjaan ASN. Hal tersebut dilakukan agar nilai-nilai yang diperoleh dalam kegiatan rohani dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan kerja.
Untuk caranya, kita melalui persekutuan ini memberikan materi yang sesuai dengan konteks pekerjaan kita. Bagaimana pilihan-pilihan mengajak kita untuk tampil sebagai orang yang, apa namanya, garam dan terang dunia, jelasnya.
Selain pertemuan rutin yang dilaksanakan sebulan sekali, pihaknya juga merencanakan kegiatan retret sebagai bagian dari pembinaan kerohanian. Materi retret nantinya akan dirancang agar memberikan pembekalan yang relevan dengan kehidupan dan tugas ASN.
Pendeta Yusak berharap keterlibatan ASN Kristiani dalam Persekutuan Doa Merah Putih dapat terus meningkat. Ia menyebut jumlah ASN Kristiani yang menjadi sasaran kegiatan cukup besar, namun tingkat kehadiran masih belum mencapai setengah dari keseluruhan jumlah tersebut.
Harapannya, tentu kita punya minat dan harapan besar bagi seluruh ASN supaya bergabung. Persekutuan Doa Merah Putih ini bukan hanya muncul tiba-tiba, tetapi karena memang ada mandat agar seluruh ASN diberikan beberapa bekal,” katanya.
Ia menambahkan, jumlah ASN Kristiani yang ada mencapai sekitar 350 orang. Namun, kehadiran dalam kegiatan tersebut belum mencapai 50 persen karena sebagian peserta terkendala jarak dan lokasi.
Ke depan, Persekutuan Doa Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan rutin, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter ASN yang berintegritas, bertanggung jawab, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.