IKOBENGKULU — Aktivitas delman di kawasan Pantai Panjang, Kota Bengkulu, masih menjadi salah satu hiburan yang diminati sebagian pengunjung. Namun, sepinya wisatawan membuat pendapatan para kusir delman tidak menentu, bahkan dalam beberapa hari tidak mendapatkan pelanggan.
Salah seorang kusir delman, Asmawi (67), mengatakan dirinya telah bekerja sebagai kusir delman selama sekitar 50 tahun. Ia biasanya mulai mangkal sekitar pukul 14.30 WIB hingga menjelang magrib untuk menunggu wisatawan yang ingin menggunakan jasa delman.
“Sekarang pendapatan per hari tidak menentu. Saya pernah sampai tiga hari tidak dapat pelanggan karena kurangnya minat pengunjung,” ujar Asmawi Pada Jumat (14/8/26).
Asmawi mengatakan tarif naik delman saat ini sebesar Rp50 ribu untuk satu delman yang dapat dinaiki hingga empat orang. Tarif tersebut berbeda dengan sebelumnya yang dikenakan sekitar Rp20 ribu untuk satu orang.
Menurut Asmawi, jumlah pelanggan biasanya meningkat pada musim wisuda. Banyak mahasiswa dan keluarga yang datang ke Pantai Panjang sehingga minat untuk menaiki delman juga lebih tinggi. “Biasanya ramai itu saat musim wisuda, banyak sekali orang yang ingin naik,” katanya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung Pantai Panjang, Winda (30), mengaku tertarik menaiki delman karena dapat menjadi hiburan bersama keluarga. Ia menilai tarif Rp50 ribu cukup terjangkau karena satu delman dapat digunakan hingga empat orang.
“Naik delman cukup seru, apalagi bisa menikmati suasana pantai dengan santai. Tarifnya Rp50 ribu dan bisa untuk empat orang, jadi cukup terjangkau kalau bersama keluarga,” ujar Winda.
Winda juga mengatakan pengalaman naik delman memberikan suasana berbeda saat berlibur di Pantai Panjang. Menurutnya, aktivitas tersebut cocok menjadi pilihan hiburan bagi keluarga, terutama bagi anak-anak yang ingin mencoba menaiki delman.
Asmawi berharap fasilitas tenda yang berada di dekat pantai tetap dibuka karena dapat membuat pengunjung lebih nyaman untuk duduk dan menikmati pemandangan laut. Ia juga berharap pemerintah tetap memberikan ruang bagi delman dan kuda untuk menjadi bagian dari hiburan wisata di Pantai Panjang.
“Kami berharap ada yang mau menaiki kuda juga. Saat anak-anak bermain di pantai, mereka bisa melihat dan mencoba naik kuda. Menurut kami, delman dan kuda tidak mengganggu wisatawan dan tidak merusak pemandangan,” tutup Asmawi.
Penulis : Yeyen Andiska