Toko Zaky Ayunan Bertahan 15 Tahun, Layani Kebutuhan Perlengkapan Bermain Anak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:37:59 WIB
Toko Zaky Ayunan yang berlokasi di Jalan Mayjen Sutoyo, Tanah Patah, Kota Bengkulu, menjadi salah satu tempat yang menyediakan berbagai perlengkapan bermain anak, mulai dari ayunan, perosotan, komedi putar, hingga jungkitan.

BENGKULU — Toko Zaky Ayunan yang berlokasi di Jalan Mayjen Sutoyo, Tanah Patah, Kota Bengkulu, menjadi salah satu tempat yang menyediakan berbagai perlengkapan bermain anak, mulai dari ayunan, perosotan, komedi putar, hingga jungkitan.

Pemilik usaha, Yana (52), mengatakan usaha pembuatan dan penjualan perlengkapan bermain tersebut telah dijalankannya selama sekitar 15 tahun. Ia mengaku tertarik menekuni usaha tersebut karena melihat peluang penjualan yang cukup baik.

“Kalau usaha itu memang harus kita tekuni. Dari awal kami lihat peluang penjualannya bagus, jadi kami terus jalankan sampai sekarang,” ujar Yana saat diwawancarai Senin (10/8/26).

Berbeda dari sekadar menjual produk jadi, berbagai perlengkapan bermain yang ditawarkan dibuat sendiri di bengkel miliknya yang berada di kawasan Betungan, Kota Bengkulu. Sementara itu, proses finishing dan penyelesaian produk dilakukan di lokasi penjualan.

Pada awal menjalankan usaha, Yana menyebut modal yang dikeluarkan belum terlalu besar. Ia memilih untuk tidak menyimpan banyak stok karena masih melihat perkembangan usaha dan permintaan konsumen.

Menurutnya, jumlah pembeli setiap bulan cukup bergantung pada permintaan. Periode Agustus hingga Desember biasanya menjadi waktu dengan permintaan yang lebih banyak. Sementara pada hari-hari biasa, pembeli lebih banyak berasal dari kalangan rumah tangga meski jumlahnya tidak terlalu besar.

“Kalau Agustus sampai Desember biasanya banyak permintaan. Kalau hari biasa itu kebanyakan dari rumah tangga, tapi memang tidak terlalu banyak,” katanya.

Ayunan menjadi produk yang paling sering dibeli konsumen. Selain itu, toko tersebut juga menyediakan perosotan, komedi putar, jungkitan, gawang, serta berbagai perlengkapan lainnya. Produk dibuat dalam beragam ukuran dan dapat disesuaikan dengan permintaan konsumen.

Untuk harga, ayunan dibanderol mulai dari sekitar Rp1,8 juta hingga Rp2,8 juta. Sementara harga produk lainnya bervariasi, mulai dari Rp80 ribu hingga yang paling mahal mencapai sekitar Rp6 juta, tergantung jenis dan ukurannya. Konsumen juga dapat menentukan warna sesuai keinginan serta memanfaatkan layanan pengantaran barang ke alamat.

Dalam menjaga kualitas produk, pengecekan biasanya dilakukan ketika ada konsumen yang datang dan hendak membeli. Jika ditemukan bagian seperti cat yang sudah mulai pudar, produk akan kembali dicat hingga tampilannya terlihat mengkilap.

Yana mengakui kendala dalam menjalankan usaha tentu tetap ada. Namun, pengalaman selama 15 tahun membuat dirinya dan para pekerja lebih terbiasa menghadapi berbagai persoalan yang muncul dalam proses produksi maupun penjualan.

Untuk menarik lebih banyak konsumen, promosi menjadi salah satu cara yang dilakukan. Saat ini, promosi juga mulai digencarkan melalui media sosial seperti Instagram. Selain promosi, Yana menilai keramahan kepada konsumen dan kemampuan memenuhi permintaan pelanggan menjadi hal penting untuk mempertahankan usaha.

“Kualitas itu harus dijaga, supaya konsumen nanti bisa balik lagi untuk beli,” ujarnya.

Di tengah perkembangan teknologi digital yang membuat masyarakat semakin banyak menghabiskan waktu dengan gawai, Yana menilai kondisi tersebut tidak terlalu memberikan dampak terhadap penjualan usahanya. Sebab, sebagian besar konsumennya justru berasal dari sekolah-sekolah yang membutuhkan perlengkapan bermain.

Ke depan, Yana berharap usahanya dapat semakin berkembang dengan jumlah penjualan yang lebih baik, karyawan yang bertambah, serta bengkel produksi yang terus beroperasi.

“Harapannya semoga semakin ramai, penjualannya bagus, karyawannya bertambah dan bengkelnya terus beroperasi,” pungkasnya.

Penulis: Fiza Pratisya Zuinara

Terkini