Musim Kemarau, Lahan Jagung di Bengkulu Mulai Hadapi Keterbatasan Air

Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:35:49 WIB
Cuaca yang lebih panas dan minim hujan membuat petani harus menyesuaikan pengairan agar tanaman tetap tumbuh hingga masa panen.

IKOBENGKULU – Memasuki musim kemarau, sejumlah lahan jagung di Bengkulu mulai menghadapi keterbatasan air. Cuaca yang lebih panas dan minim hujan membuat petani harus menyesuaikan pengairan agar tanaman tetap tumbuh hingga masa panen.

Salah satu lahan jagung di sekitar kawasan Danau Dendam Bengkulu masih dimanfaatkan petani untuk bercocok tanam. Namun, berkurangnya curah hujan membuat ketersediaan air menjadi salah satu kendala dalam menjaga pertumbuhan tanaman jagung.

Petani jagung, Sam, mengatakan hujan yang turun belum cukup untuk menambah persediaan air di kawasan tersebut. Kondisi itu membuat petani harus mengatur penggunaan air untuk memenuhi kebutuhan tanaman.

“Hujan baru turun sekitar seminggu yang lalu, jadi persediaan air di DAM Danau Dendam tidak terlalu banyak. Untuk pengairan lahan juga harus menyesuaikan dengan air yang masih tersedia,” ujarnya, Senin (10/8/2026).

Sam menjelaskan, dalam kondisi normal tanaman jagung dapat dipanen setelah berusia sekitar dua hingga tiga bulan. Namun, kemarau yang berlangsung lebih lama membuat pertumbuhan tanaman tidak maksimal dan berpotensi menurunkan kualitas hasil panen.

“Biasanya dua sampai tiga bulan sudah siap panen. Tapi karena kemaraunya lebih lama, pertumbuhannya kurang maksimal dan kualitas jagung juga bisa menurun,” katanya.

Menurutnya, ukuran jagung juga cenderung lebih kecil saat tanaman kekurangan air. Jika dalam kondisi normal satu kilogram biasanya terdiri dari tiga hingga empat buah jagung, saat kemarau jumlahnya bisa mencapai lima hingga tujuh buah karena ukurannya lebih kecil.

Kondisi tersebut membuat petani berharap hujan kembali turun secara berkala untuk menambah ketersediaan air di DAM Danau Dendam. Pasokan air yang cukup dinilai penting agar pertumbuhan tanaman tetap optimal dan hasil panen dapat dipertahankan.

Terkini