IKOBENGKULU — Senin, 10 Agustus 2026, kegiatan pelestarian dan pengenalan Batik Besurek digelar di rumah almarhum Alcala Zamora, maestro kain Besurek Bengkulu. Kegiatan tersebut melibatkan pelajar tingkat SMP dan Madrasah Tsanawiyah sebagai upaya mengenalkan warisan budaya Bengkulu kepada generasi muda.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Bengkulu, Iskandar Mulia Siregar, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan di rumah almarhum Alcala Zamora atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Pak Mori. Pemilihan lokasi itu menjadi bagian dari upaya mengenalkan kembali sosok yang dinilai berjasa dalam perkembangan motif kain Besurek di Bengkulu.
“Kita ambil tempatnya di rumah almarhum Alcala Zamora, maestro kain Besurek kita. Ada keinginan dari keluarga untuk membuat rumah ini menjadi galeri atau museum khusus,” ujar Iskandar.
Menurut Iskandar, kegiatan di rumah tersebut tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan acara, tetapi juga sebagai upaya mengaktifkan kembali ruang budaya yang memiliki nilai sejarah. Masyarakat diharapkan semakin mengetahui keberadaan rumah yang menjadi bagian dari perjalanan perkembangan kain Besurek di Bengkulu.
"Kegiatan kita ini multifungsi. Kita bisa melaksanakan sosialisasi karya dan wastra Bengkulu, sekaligus membuat orang semakin tahu bahwa ada rumah Mori di sana, orang yang sangat berjasa dalam motif kain Besurek di Bengkulu,” katanya.
Iskandar menyebutkan rumah tersebut juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi galeri seni untuk mengenalkan berbagai karya dan budaya Bengkulu kepada masyarakat. Bahkan, muncul usulan agar tempat tersebut diberi nama Galeri Seni Dang Mori, sesuai dengan nama panggilan Ala Kala Jamora yang dikenal masyarakat sebagai Pak Mori.
Peserta kegiatan merupakan pelajar tingkat SMP dari sejumlah sekolah negeri di Bengkulu serta siswa Madrasah Tsanawiyah. Pelibatan generasi muda dinilai penting agar mereka mengenal kain Besurek sejak dini sekaligus memiliki kepedulian untuk menjaga warisan budaya daerah.
“Dari muda mereka sudah mengenal budaya kita ini,” jelas Iskandar.
Pengenalan kain Besurek kepada generasi muda menjadi salah satu langkah untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya Bengkulu. Dengan terus diperkenalkan dan dipraktikkan, kain Besurek diharapkan tidak hanya dikenal masyarakat Bengkulu, tetapi juga semakin dikenal sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara.
Penulis : Yeyen andiska