Jamu Kito Dorong Eksistensi Jamu Tradisional di Tengah Tren Minuman Kekinian

Senin, 10 Agustus 2026 | 15:10:40 WIB
Usaha yang telah dijalankan sejak 2017 tersebut menjadi salah satu upaya mempertahankan keberadaan jamu di tengah berkembangnya minuman kekinian.

IKOBENGKULU — Usaha Jamu Kito milik Aulia Wulandari (41) terus mengenalkan berbagai jenis jamu tradisional kepada masyarakat Bengkulu. Usaha yang telah dijalankan sejak 2017 tersebut menjadi salah satu upaya mempertahankan keberadaan jamu di tengah berkembangnya minuman kekinian.

Aulia mengatakan peminat jamu di tempatnya cukup beragam dan jumlah pembeli setiap harinya tergolong lumayan. Ia memperkirakan omzet penjualan Jamu Kito dapat mencapai sekitar Rp1 juta per hari.

“Lumayan banyak yang datang ke sini. Kalau omzet mungkin ada lah sekitar satu juta sehari,” ujar Aulia Pada Senin (10/8/2026).

Jamu Kito menyediakan berbagai jenis jamu tradisional dengan harga yang beragam, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp100 ribu. Beberapa produk seperti kunyit asam aren bubuk dan wedang jahe aren bubuk dijual dengan harga Rp50 ribu.

Aulia mengatakan usaha tersebut didirikan dengan tujuan agar jamu kembali diminati oleh masyarakat. Menurutnya, keberadaan jamu saat ini mulai bersaing dengan semakin banyaknya tempat kopi dan minuman kekinian.

“Ya, ingin agar jamu ini kembali diminati oleh masyarakat,” katanya.

Selain sebagai minuman tradisional, Aulia memandang jamu sebagai bagian dari budaya Indonesia yang perlu terus dijaga keberadaannya. Ia berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat kembali mengenal dan mengonsumsi jamu tradisional.

Sejak berdiri pada 2017, Jamu Kito terus berupaya mempertahankan minuman tradisional agar tetap dikenal masyarakat. Aulia berharap jamu dapat kembali eksis dan menjadi bagian dari budaya Indonesia yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

Penulis : Yeyen andiska

Terkini