IKOBENGKULU — Kehangatan dan kerenyahan gorengan selalu punya tempat di hati masyarakat. Salah satunya lapak gorengan di kawasan Jalan KZ Abidin 2, tepatnya seberang Gerindo, simpang Balai Kota Suprapto sebelah kiri, Kota Bengkulu.
Lapak yang dikenal sebagai “gorengan legend” ini telah melayani pelanggan sejak 2014. Usaha tersebut dikelola Ibu Yurika, 45 tahun, bersama suami dan keluarganya.
Dalam menjalankan usaha sehari-hari, Yurika dibantu suami dan beberapa karyawan dengan total tim sekitar tiga hingga empat orang. Berbagai jenis gorengan tersedia di lapak ini, mulai dari tahu, bakwan, tahu udang, pisang hingga tempe.
Setiap gorengan dijual dengan harga Rp1.500 per biji. Dari berbagai pilihan tersebut, tahu goreng menjadi menu yang paling laris dan banyak diminati pelanggan.
Untuk menjaga rasa tetap lezat dan teksturnya renyah, Yurika menggunakan racikan bumbu masak seperti Masako atau Royco. Ia juga memperhatikan proses penggorengan agar kualitas gorengan tetap terjaga.
Yurika mengatakan pengaturan suhu minyak menjadi salah satu kunci agar gorengan tidak cepat gosong maupun lembek. Menurutnya, minyak tidak boleh terlalu panas ketika proses penggorengan berlangsung.
Ia juga mengaku menggunakan minyak goreng sekali pakai untuk menjaga kualitas gorengan sekaligus memberikan kenyamanan kepada konsumen.
Lapak tersebut mulai buka setelah waktu Asar, sekitar pukul 16.30 atau 17.00 WIB, dan beroperasi hingga sekitar pukul 02.00 WIB. Pembeli ramai berdatangan sejak sore hingga malam dari berbagai kalangan.
Saat cuaca hujan, Yurika memiliki cara untuk mengantisipasi berkurangnya jumlah pembeli. Ia memilih meracik adonan langsung di lokasi dan membuatnya sesuai kebutuhan agar tidak banyak adonan yang terbuang.
Bagi Yurika dan keluarganya, usaha gorengan tersebut bukan sekadar bisnis, tetapi menjadi salah satu tumpuan ekonomi keluarga. Usaha itu juga membantu memenuhi kebutuhan keluarga serta membantu adik-adiknya.
Lokasi yang strategis menjadi salah satu faktor yang membuat usaha tersebut mampu bertahan selama lebih dari satu dekade. Namun, menurut Yurika, keramahan dan kesantunan kepada pelanggan juga menjadi bagian penting dalam mempertahankan usaha.
Lapak tersebut juga memiliki sisi sosial. Yurika kerap memberikan gorengan secara gratis kepada anak-anak jalanan atau orang yang sedang kelaparan tetapi tidak memiliki uang.
Setelah bertahan sejak 2014, Yurika berharap usaha yang dijalankannya bersama keluarga dapat terus berjalan. Ia ingin mempertahankan kualitas rasa dan pelayanan serta berharap usahanya selalu diberi kelancaran dan keberkahan.
Penulis: Raihan Fitra Nolisca