Bengkulu,ikobengkulu.com,– Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Provinsi Bengkulu mendorong kerjasama program perkuliahan jenjang S2 Magister Kesejahteraan Sosial di Universitas Bengkulu (UNIB) dalam mengembangkan mata kuliah tematik dengan mengangkat isu analisis demografi dan kebijakan kependudukan.
"Mengintegrasikan dua isu tersebut ke dalam mata kuliah tematik agar mampu memperkuat kapasitas akademik mahasiswa dalam membaca dinamika kependudukan sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan berbasis data".
Dorongan tersebut mengemuka dalam pembahasan penguatan kerja sama antara Kemendukbangga/BKKBN dan UNIB sebagai tindak lanjut kerja sama dan sinergi pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pertemuan dua lembaga tersebut hadir Dekan FISIP Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Drs. H. Sugeng Suharto, M.M., M.Si., yang disambut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., didampingi Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., Ketua Tim Kerja 1 Bidang Pengelolaan Kependudukan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Agus Veriansyah Dalimunthe, S.Kom., M.Stat., Kamis, (6/8/2026).
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., mengatakan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan kajian ilmiah yang mampu menjawab berbagai persoalan kependudukan di daerah salah satunya dengan kerjasama perkuliahan ASN Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu.
"Analisis demografi tidak hanya berbicara mengenai jumlah penduduk, tetapi juga menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Karena itu, kami berharap materi ini dapat diintegrasikan ke dalam mata kuliah tematik sehingga mahasiswa memiliki kemampuan menganalisis persoalan kependudukan secara komprehensif," ujarnya.
Menurut Zamhir, tantangan pembangunan saat ini menuntut tersedianya sumber daya manusia yang mampu mengolah data kependudukan menjadi rekomendasi kebijakan. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melakukan analisis terhadap dinamika fertilitas, mortalitas, migrasi, bonus demografi, penuaan penduduk, hingga pembangunan keluarga berkelanjutan.
Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., menyampaikan "Kerjasama dua lembaga tersebut telah berlangsung satu semester dengan mahasiswa dari ASN Kemendukbagga/BKKBN Bengkulu sebanyak 44 orang yang terdiri 33 tenaga penyuluh dan petugas KB dan 11 orang dari ASN di lingkungan kantor Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu," ujarnya.
Dengan penguatan mata kuliah tematik, mahasiswa juga akan memperoleh pengalaman belajar berbasis kasus yang relevan dengan kondisi daerah. Hasil kajian akademik tersebut diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang berbasis bukti (evidence-based policy).
Menyikapi permintaan pengembangan mata kuliah tersebut, DEKAN FISIP UNIB, Prof. Dr. Drs. H. Sugeng Suharto, M.M., M.Si., siap mendukung penguatan isu kependudukan melalui pengembangan kurikulum dan mata kuliah tematik yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Dan yang paling utama perlu adanya pembekalan yang kuat secara teoritis dan sains tentang bagaimana makna kependudukan itu sendiri". kata Prof. Sugeng.
Dikatakannya, awal kerjasama perkuliahan Kemendukbangga/BKKBN-UNIB pada Februari 2026 lalu kini telah berjalan mencapai 75 persen secara reguler. Mahasiswa dari hasil kerjasama tersebut mempunyai kesamaan dengan mahasiswa reguler lainnya dalam penerimaan ilmu di kampus. Terhadap mata kuliah khusus (tematik) yang berkaitan dengan hal-hal yang menyangkut kependudukan, keluarga dan kesejahteraan," ujar Prof. Sugeng.
"Kedepan kita siap menindaklanjuti dorongan tersebut, silahkan pihak Kemendukbangga/BKKBN selaku mitra untuk mengajukan atau berkomunikasi bersama untuk membahas muatan-muatan apa yang perlu masuk dalam mata kuliah pilihan."(***)