Penyuluh KB, Bank Data Kemendukbangga dan Lumbung Informasi Pembangunan Keluarga

Senin, 20 Juli 2026 | 09:44:00 WIB
dr. H. Zamhir Setiawan.,M.Epid Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu saat apel pagi di BKKBN Bengkulu,Senin, (20/7/2026).

Bengkulu-ikobengkulu.com,–Petugas dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PKB-PLKB) memiliki peran strategis sebagai bank data atau pusat informasi dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN memuat  tentang informasi pembangunan keluarga yang dapat diakses secara langsung di tingkat desa dan kelurahan. Keberadaan PKB/PLKB tidak hanya berfungsi sebagai penyuluh dan pendamping masyarakat, tetapi juga pengelola data kependudukan dan keluarga yang menjadi dasar penyusunan kebijakan serta pelaksanaan program pembangunan keluarga.

 

"Sebagai sahabat keluarga yang menjadi ujung tombak edukasi di lapangan serta garda terdepan yang paling dekat dengan masyarakat, para PLKB memegang peran yang sangat penting. Untuk itu, penting bagi para PLKB untuk memahami dengan baik arah dan semangat baru dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN). Dengan pemahaman yang utuh tentang program-program prioritas Bangga Kencana, para PLKB dapat hadir mendampingi, mengedukasi, dan memberikan informasi yang benar serta penuh empati kepada setiap keluarga", kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid saat apel pagi, Senin,(20/7/2026).

 

Pada 2024 lalu, kata dr. Zamhir Setiawan, BKKBN bertransformasi menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 dan 181 Tahun 2024. Yang bertujuan untuk memperluas mandat lembaga dalam mengurus kependudukan dan pembangunan keluarga secara komprehensif. Dalam mendorong percepatan pembangunan keluarga, Kemendukbangga pada akhir 2024 menggagas lima program utama.

 

Program prioritas tersebut yaitu Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) sebagai gerakan bersama untuk menurunkan angka stunting melalui semangat gotong royong, Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) untuk Meningkatkan kualitas pengasuhan anak usia dini di Tempat Penitipan Anak (TPA) yang aman, sehat, dan edukatif, guna memantau tumbuh kembang anak, mencegah stunting, serta mendukung orang tua agar tetap produktif dalam bekerja, kemudian Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai upaya meningkatkan keterlibatan aktif figur ayah dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak, guna mengikis fenomena fatherless (kurangnya peran ayah) serta mewujudkan ketahanan dan kualitas keluarga Indonesia, Program Lansia Berdaya (SIDAYA) untuk mewujudkan lansia yang mandiri, sehat, aktif, dan produktif melalui pendampingan keluarga, guna meningkatkan kualitas hidup lansia serta menjadikan mereka sumber daya yang berdaya guna dalam masyarakat, dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kelompok sasaran ibu hamil, menyusi dan Balita Non-PAUD (3B) dengan tujuan mencegah stunting dan malnutrisi sejak dini dengan memenuhi kebutuhan gizi seimbang bagi kelompok rentan pada periode kritis 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sebut dr Zamhir.

 

"Penting bagi setiap petugas KB untuk selalu memperbarui wawasan terkait kebijakan Kemendukbangga/BKKBN. Saat mengikuti pertemuan virtual, mari kita simak materinya secara utuh agar wawasan kita terus bertambah, bukan sekadar menyalakan aplikasi lalu meninggalkannya". ujar Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu.

 

"Penguasaan data oleh 289 PKB/PLKB di Provinsi Bengkulu adalah kunci keberhasilan kita bersama. Data yang presisi menjadi kompas utama dalam menentukan sasaran program prioritas Kemendukbangga demi kesejahteraan masyarakat." tambah dr. Zamhir Setiawan.

 

Kualitas data yang akurat, lengkap, dan mutakhir sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan Program BANGGAKENCANA serta berbagai program prioritas pembangunan keluarga, termasuk percepatan penurunan stunting, pelayanan keluarga berencana, penguatan ketahanan keluarga, hingga intervensi bagi keluarga sasaran.

 

Di era transformasi digital, kapasitas PLKB dalam pengelolaan data harus terus diperkuat melalui peningkatan kompetensi, pemanfaatan teknologi informasi, serta penguasaan Sistem Informasi Keluarga (SIGA). Dengan demikian, data yang dihasilkan semakin cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan untuk menjadi konsumsi publik.(***)

Tags

Terkini