IKOBENGKULU – Pengabdian kepada Al-Qur'an tidak berhenti meski masa tugas telah berakhir. Semangat itu terus dijalani Aslen Yumarni, pensiunan penyuluh agama di Bengkulu yang hingga kini aktif mengajarkan Al-Qur'an kepada anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.
Aslen mengatakan, kegiatan mengajar mengaji telah ia tekuni sejak 1980-an. Pengalaman sebagai penyuluh agama membuatnya terbiasa membina majelis taklim dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ).
Meski telah purnatugas, aktivitasnya justru semakin padat karena tingginya minat masyarakat untuk belajar Al-Qur'an. Hampir setiap pekan, rumahnya menjadi tempat belajar bagi berbagai kelompok usia.
Kemampuan membaca Al-Qur'an dengan seni tilawah diperolehnya sejak kecil dari didikan orang tua. Berbekal kemampuan itu, ia pernah beberapa kali mewakili daerah dan meraih Juara I Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Provinsi Bengkulu pada golongan remaja maupun dewasa.
Dalam memperdalam ilmu tilawah, Aslen mengaku banyak belajar dari qari nasional almarhum K.H. Muammar Z.A. dan qariah Maria Ulfah. Kedua tokoh tersebut menjadi inspirasinya dalam mengembangkan seni membaca Al-Qur'an.
Di rumahnya, Aslen membuka kelas mengaji dengan jadwal yang rutin. Anak-anak mulai tingkat TK hingga SMA belajar Iqra dan Al-Qur'an setiap malam Selasa hingga Jumat setelah salat Magrib.
Sementara itu, ibu-ibu majelis taklim mengikuti kelas tahsin setiap malam setelah salat Isya. Khusus hari Sabtu, ia membuka kelas pembelajaran irama tilawah bagi peserta yang ingin memperdalam seni membaca Al-Qur'an.
Bagi Aslen, mengajarkan Al-Qur'an merupakan bentuk pengabdian yang harus terus dilakukan. Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur'an akan lebih bermanfaat jika diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia berharap Bengkulu mampu melahirkan qari dan qariah berprestasi dari hasil pembinaan putra-putri daerah. Pembinaan yang berkelanjutan dinilai penting agar daerah tidak bergantung pada peserta dari luar.
"Harapan saya, ke depannya untuk ajang besar seperti MTQ tingkat nasional, kita fokus membina dan mengandalkan bibit-bibit lokal asli daerah kita sendiri, bukan mengambil dari luar daerah," ujar Aslen.
Penulis: Raihan Fitra Nolisca