Ini Harapan Pedagang Terhadap Penataan Pantai Panjang

Kamis, 16 Juli 2026 | 15:11:00 WIB
Para pemilik warung gazebo berharap pemerintah daerah tidak membongkar lapak tempat mereka mencari nafkah dan memberikan solusi penataan yang adil.

IKOBENGKULU — Rencana penataan kawasan pariwisata Pantai Panjang oleh Pemerintah Kota Bengkulu memicu kekhawatiran para pedagang usaha kecil. Para pemilik warung gazebo berharap pemerintah daerah tidak membongkar lapak tempat mereka mencari nafkah dan memberikan solusi penataan yang adil.

Aswana (64), pemilik warung gazebo "ORM Ajeng" yang telah berjualan selama tujuh tahun, memohon agar pemerintah tidak menggusur tempat usahanya. Menurut penjual bakso, Pop Mie, mie ayam, seblak, dan aneka minuman yang berjualan pukul 10.00 hingga 18.00 WIB ini, warung tersebut merupakan satu-satunya sumber penghidupan keluarganya.

"Jangan dibongkar, jangan makin menyusahkan rakyat kecil. Kalau memang mau ditata, kami siap menjaga kebersihan atau kalau mau dibangun kembali silakan, asal jangan diusir," tegas Aswana saat diwawancarai, Kamis (16/7/2026) pukul 09.55 WIB.

Kekhawatiran senada disampaikan Hanin (34), pemilik warung gazebo "Pondok Dogan Kopi Tiga Sapi" yang telah berjualan lebih dari lima tahun.

Penjual Pop Mie, Pop Ice, dan aneka olahan mie yang beroperasi pukul 09.00 hingga 16.30 WIB ini mengaku isu penggusuran semakin memberatkan pedagang di tengah kondisi penjualan yang sepi.

"Hari biasa omset cuma Rp40.000, kalau Sabtu dan Minggu sekitar Rp200.000. Kalau lapak dibongkar, kami makin bingung mau cari makan di mana," kata Hanin pukul 10.08 WIB.

Kedua pedagang tersebut berharap Pemerintah Kota Bengkulu dapat merangkul pelaku UMKM dalam proses penataan kawasan Pantai Panjang, tanpa harus mengorbankan mata pencaharian rakyat kecil.

Penulis: Shabrina Putri zakirah

Tags

Terkini