BASNAZ–BKKBN Teken PKS, Perkuat Kolaborasi Intervensi Stunting

Kamis, 16 Juli 2026 | 14:57:00 WIB
Kepala BKKBN Bengkulu dr.H. Zamhir Setiawan., M.Epid bersama Ketua Baznas Provinsi Bengkulu H. Romli Bin Ronan, Lc., M.H koordinasi dalam pengintegrasian progam Penurunan Stunting di Bengkulu.(Foto BKKBN)

Bengkuluikobengkulu.com, – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Bengkulu bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu perkuat kolaborasi program pencegahan stunting di Bumi Merah Putih melalui gerakan orang tua asuh cegah stunting (GENTING) dengan program Pemerintah Provinsi Bengkulu "Bantu Rakyat".

 

"Dalam rangka meningkatkan aksi dua program tersebut Kemendukbangga/BKKBN bersama BASNAZ segera menanda tangani perjanjian kerja sama dalam rangka akselerasi percepatan penurunan stunting," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr.H. Zamhir Setiawan, M.Epid., kepada pewarta di kantor BASNAZ Provinsi Bengkulu, Rabu,(15/7/2026).

 

Dikatakan Zamhir, kolaborasi antar institusi ini untuk mengurai stunting dengan mengintervensi kelompok keluarga berisiko stunting (KRS) prioritas sebanyak 10.582 keluarga yang tersebar di sejumlah daerah kabupaten dan kota di Bengkulu. "Capaian GENTING di Bengkulu 9 Juli 2026 sebesar 5.591 sasaran dengan persentase 53,6 persen dari sasaran 10.582".

 

"Dijadwalkan PKS akan disepakati pada akhir Juli 2026, sebagai tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) Kemendukbangga/BKKBN dengan BASNAZ RI. Kesepakatan tersebut upaya bersama dalam pemaduan program Gerakan orangtua asuh cegah stunting (GENTING) dan program "Bantu Rakyat" dari pemerintah Provinsi Bengkulu ," ujar dr. Zamhir.

 

Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu, H. Romli Bin Ronan, Lc., M.H., menyampaikan BAZNAS dalam penanganan stunting berfokus pada perbaikan sanitasi dan bedah rumah tidak layak huni (RTLH), dan edukasi gizi untuk ibu hamil serta balita.

 

"Pada 2026 kita memiliki sasaran sebanyak 24 ribu calon penerima manfaat program Baznas, bedah rumah dan menyalurkan bantuan kepada kaum dhuafa golongan orang yang hidup dalam kondisi lemah, miskin, dan tidak berdaya, baik secara ekonomi maupun fisik," kata Romli.

 

Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Basnaz ajak Kemendukbangga/BKKBN untuk menyatukan dan menyamakan satu data agar intervensi stunting tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih. "Mari kita awali dengan sinkronisasi data colon penerima manfaat program dan dilakukan pemetaan penerima manfaat," ajak Romli.

 

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan peran zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya untuk mendukung berbagai program intervensi stunting, khususnya bagi keluarga berisiko stunting (KRS). Melalui kerja sama ini, BAZNAS dan Kemendukbangga/BKKBN berkomitmen memperluas jangkauan bantuan sekaligus memperkuat pemberdayaan keluarga agar mampu menciptakan lingkungan yang sehat dan berkualitas bagi tumbuh kembang anak.

 

Sinergi BAZNAS dan Kemendukbangga/BKKBN diharapkan mampu menghadirkan intervensi yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi keluarga Indonesia, demikian semangat yang diusung dalam penandatanganan kerja sama tersebut tutup Ketua Basnaz.(***(

Tags

Terkini