Penghujung Musim, Pedagang di Kota Bengkulu Naikan Harga Durian

Senin, 06 Juli 2026 | 19:05:04 WIB
Berkurangnya pasokan dari daerah penghasil membuat harga durian mengalami kenaikan dibandingkan awal musim, meski minat masyarakat untuk membeli masih tergolong cukup tinggi.

IKOBENGKULU – Musim durian di Bengkulu mulai memasuki penghujung. Berkurangnya pasokan dari daerah penghasil membuat harga durian mengalami kenaikan dibandingkan awal musim, meski minat masyarakat untuk membeli masih tergolong cukup tinggi.

Salah seorang pedagang durian, Emi (46), mengatakan dirinya baru mulai berjualan karena pasokan durian masih dikumpulkan dari Talo. Menurutnya, musim durian tahun ini dimulai sekitar Juni dan kini sudah memasuki akhir musim.

"Durian yang kami jual itu durian desa harganya Rp20 ribu hingga Rp50 ribu per buah. Awal musim harganya emang lebih murah, sekarang mulai naik karena pasokannya terbatas," ujarnya saat diwawancarai Senin (6/7).

Emi menjelaskan, pasokan durian tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu karena hanya wilayah Talo yang banyak berbuah. Ia juga menjelaskan dulu waktu awal musim durian ia menjual durian paling besar seharga Rp40 ribu sekarang harga satu durian yang paling besar bisa mencapai harga Rp50 ribu. 

Meski begitu, jumlah pembeli masih meningkat. Dalam sehari, ia dapat menjual sekitar 50 hingga 100 buah durian dan biasanya berjualan hingga malam sampai dagangannya habis.

"Kendalanya harga durian dari petani mahal. Harapannya tahun depan durian bisa berbuah merata di semua daerah," katanya.

Pedagang lainnya, Julio (28), mengatakan durian yang dijualnya berasal dari wilayah Kedurang, Bengkulu Selatan. Durian lokal tersebut dijual dengan harga Rp20 ribu hingga Rp60 ribu per buah.

Menurut Julio, pasokan durian tahun ini lebih banyak, tetapi jumlah pembeli justru lebih ramai pada musim lalu. Dalam sehari ia mampu menjual sekitar 20 buah durian dengan omzet mencapai Rp3 juta. Kendala yang banyak ia hadapi saat musim durian tahun ini adalah banyak durian yang rusak. 

Ia pun juga mengatakan siasatnya saat durian yang sudah terlalu matang tidak terjual selama 3 hari maka ia akan membuat durian tersebut menjadi olahan tempoyak lalu dijual agar tidak terbuang sia sia.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Fitri (19), mengaku hampir setiap hari membeli durian selama beberapa minggu terakhir. Sekali membeli, ia biasanya membawa pulang dua buah durian.

"Yang saya pertimbangkan saat membeli itu harga dan rasanya. Saya memang suka durian karena aromanya khas, jadi setiap musim durian pasti selalu beli," ujarnya.

Fitri menilai kualitas durian tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, meski menurutnya masih ada beberapa durian yang rasanya kurang memuaskan. Ia juga melihat jumlah pedagang durian tahun ini lebih banyak dibandingkan musim sebelumnya.

Penulis: Fiza Pratisya Zuinara

Tags

Terkini