Taman Simpang Kandis Jadi Ruang Publik Hijau yang Hidupkan Ekonomi Pedagang

Rabu, 01 Juli 2026 | 08:30:00 WIB
Taman Simpang Kandis menjelma menjadi ruang publik hijau yang berfungsi sebagai tempat rekreasi, dan roda penggerak ekonomi masyarakat.

IKOBENGKULU – Taman Simpang Kandis kini menjelma menjadi ruang publik hijau yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga menjadi roda penggerak ekonomi bagi para pedagang kecil di sekitarnya.

Salah satu pedagang yang merasakan langsung dampak perkembangan taman ini adalah Bapak Bukhori (58). Pria asal Palembang yang kini tinggal di Padang Serai ini mengaku sudah 15 tahun setia menggelar lapak dagangannya di kawasan tersebut. Ia menjadi saksi hidup bagaimana wilayah ini bertransformasi dari tempat yang sepi hingga menjadi pusat keramaian seperti sekarang.

"Dulu sebelum taman ini seramai sekarang, saya sudah jualan di sini. Sekarang alhamdulillah, setiap hari saya jualan es tebu dan es teh jumbo. Hari yang paling laris itu biasanya malam Minggu dan hari Minggu," ujar Bukhori saat diwawancarai di lapaknya pada Selasa (30/6/2026).

Untuk menunjang aktivitas dagangnya, Pak Bukhori menjelaskan para pedagang dibebankan biaya sebesar Rp125.000 per bulan. Biaya tersebut sudah mencakup fasilitas kebersihan, keamanan, dan aliran listrik harian. Menaruh harapan besar pada masa depan ruang publik ini, Pak Bukhori berharap Taman Simpang Kandis bisa terus dijaga agar tetap bersih dan asri.

"Harapan saya untuk Pemerintah Kota, semoga kami para pedagang kecil di sini diberikan izin dan wadah agar dapat terus berjualan di sini ke depannya," tambahnya.

Daya tarik Taman Simpang Kandis sebagai pusat keramaian baru juga diakui oleh para pengunjung. Ibu Fatmawati (82), salah seorang pengunjung yang ditemui di lokasi pada waktu yang sama, menyatakan bahwa taman ini hampir tidak pernah sepi, terutama saat matahari mulai tenggelam.

"Di sini ramai terus, apalagi kalau malam hari. Jualannya juga lengkap, jadi kalau sore menjelang malam itu makin tambah ramai," kata Ibu Fatmawati.

Selain suasananya yang hidup, Fatmawati memuji tingkat keamanan di area taman yang dinilai sangat kondusif bagi masyarakat umum. "Soal keamanan di sini alhamdulillah aman, selama ini belum pernah ada terdengar motor yang hilang," tuturnya.

Menurut pantauannya, magnet Taman Simpang Kandis kini telah meluas hingga memikat pengunjung dari berbagai wilayah di luar kecamatan setempat. Warga yang datang berbondong-bondong berasal dari daerah Lingkar Barat, Betungan, Pagar Dewa, Padang Serai, hingga kawasan Simpang Kandis sendiri.

Kendati sudah cukup memuaskan, Fatmawati menaruh harapan agar fasilitas penunjang kenyamanan fisik di dalam taman bisa terus ditingkatkan oleh pihak pengelola. "Harapannya ke depan kursi-kursi di taman ini ditambah lagi. Terus untuk permainan anak-anak seperti ayunan dan perosotan juga perlu diperbanyak, supaya anak-anak tambah betah," pungkasnya.

Penulis: Shabrina Putri (Magang UINFAS)

Terkini