JAKARTA – Pagi hari di Depo Semper, Jakarta Utara, pertengahan Maret lalu, merekam sebuah interaksi yang berbeda dari biasanya. Putiarsa Bagus Wibowo, Manager Corporate Communication & Relations PT Elnusa Petrofin (EPN), berdiri di antara tumpukan paket sembako. Di sekelilingnya, hadir Babinsa Koramil Koja, Bhabinkamtibmas Polsek Koja, serta para tokoh masyarakat Rawabadak Selatan.
Aktivitas pagi itu bukan sekadar seremoni pembagian bantuan sosial. Bagi warga sekitar, kehadiran anak usaha PT Elnusa Tbk ini telah menjadi bagian dari ritme kehidupan lingkungan mereka.
Ketua RW 004 Rawabadak Selatan, Faisal, mengungkapkan bahwa kehadiran EPN di wilayahnya bersifat rutin dan berkelanjutan. Konsistensi inilah yang menjadi kunci dalam membangun kepercayaan jangka panjang antara perusahaan energi dan komunitas tetangganya. Pada momen Ramadan lalu saja, EPN mendistribusikan 10.872 paket sembako di 92 titik wilayah operasionalnya di seluruh Indonesia.
Sebagai perusahaan dengan armada tangki BBM yang melintasi Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, hingga Papua, tantangan legitimasi sosial EPN dijawab melalui program yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal masing-masing daerah.
Tiga Lapis Solusi di Bumi Lancang Kuning

Di Provinsi Riau, interaksi EPN dengan masyarakat sekitar unit Fuel Terminal Sei Siak, Pekanbaru, dibangun melalui tiga pilar utama: ekonomi, kesehatan, dan infrastruktur.
Pada sektor ekonomi, perusahaan menginisiasi UMKM Academy yang memberdayakan pengrajin tenun dan kelompok ibu rumah tangga. Di bidang kesehatan, program Posyandu Home Care hadir untuk memperkuat layanan medis dasar di tingkat keluarga. Sementara pada aspek infrastruktur, EPN mendukung pembangunan Tempat Pendidikan Al-Quran (TPQ) serta perbaikan jalan lingkungan.
Melalui pendekatan tiga lapis ini, korporasi berupaya memosisikan diri sebagai bagian dari ekosistem sosial setempat, bukan sekadar operator depot bahan bakar.
Inovasi Lingkungan dari Minahasa hingga Teluk Kabung
Bergeser ke Sulawesi Utara, program ASIAP di Kecamatan Tenga, Minahasa Selatan, yang berjalan sejak 2022, menawarkan solusi pengelolaan lingkungan. EPN memfasilitasi sistem transportasi sampah berbasis desa yang memungkinkan warga memilah dan mendaur ulang sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi. Produk-produk kreatif ini bahkan berhasil menembus showcase Gerakan Wisata Bersih di Manado, sekaligus mengangkat potensi lokal ke panggung yang lebih luas.
Sementara itu di pesisir Sumatra Barat, tepatnya di Teluk Kabung Tengah, Padang, EPN menghadapi tantangan abrasi yang mengancam kehidupan nelayan. Solusi dihadirkan melalui program Appostraps, memanfaatkan 100 ban bekas mobil tangki sebagai struktur penahan abrasi pantai.
Camat Bungus Teluk Kabung, Harnoldi, menilai langkah ini sebagai bentuk kolaborasi nyata. Program ini memadukan pengetahuan lokal nelayan mengenai karakteristik ombak dengan material serta keahlian teknis dari perusahaan.
Mendefinisikan Ulang Makna Energi
Di ibu kota, reposisi peran dilakukan melalui peluncuran layanan ambulans gratis 24 jam untuk warga Cilandak Timur, Jakarta Selatan. Layanan yang menjangkau lebih dari 36.000 jiwa ini menjadi representasi dari visi baru korporasi.
Direktur Utama EPN, Doni Indrawan, menegaskan bahwa energi kini tidak lagi hanya didefinisikan sebagai bahan bakar kendaraan, melainkan sebagai kebermanfaatan sosial yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pada akhirnya, reputasi dan modal sosial korporasi tidak dibangun dalam semalam lewat kampanye iklan besar. Fondasi itu justru tertanam kuat lewat akumulasi dampak kecil yang konsisten: sekeranjang bahan pokok di Jakarta, benteng abrasi di Padang, program urban farming bersama kader PKK di Pangkal Pinang, hingga pembinaan budidaya jamur tiram lewat program Tangki (Teman Akselerasi Naik Kelas UMKM Petrofin) di Gunung Sitoli, Nias. ***